MRT nyatakan mesin tiket sudah berfungsi normal

id MRT,Tap out MRT,Antrean,Mesin tiket MRT

Sejumlah penumpang berjalan menuju pintu keluar di stasiun BNI City, Jakarta, Selasa (9/4/2019). Setelah beroperasinya MRT Jakarta dan integrasi antar moda transportasi (KA Bandara, MRT, Transjakarta dan Communer line) jumlah penumpang kereta api bandara mengalami peningkatan sebesar 11 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta (ANTARA) - PT Moda Raya Terpadu (MRT) menyatakan mesin tiket (tap in-tap out) di gerbang masuk angkutan masal itu sudah berfungsi normal bahkan sejak pekan lalu.

"Untuk mesin tiket di gerbang dan loket sudah berfungsi normal dan gak ada antrean lagi, sudah sejak sekitar hari Jumat tanggal 5 April," kata Kepala Sekretariat Perusahaan PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

Kamaludin juga mengatakan saat ini tidak ada antrean yang sangat panjang di gerbang dan loket tiket seperti awal masa operasional komersil MRT beberapa waktu lalu. Selain terus melakukan imbauan kepada pengguna, pihaknya juga merekayasa arus pengguna agar tidak tercampur antara yang datang dan yang akan berangkat.

"Sekarang lebih banyak berkurang karena sudah diimbau juga dan di Lebak Bulus serta Bundaran HI, misalnya, itu sudah diberi pembatas, dibikin alur, sehingga tidak tercampur, pengguna yang datang tidak bisa langsung pindah kereta tanpa tap out, jadi sekarang lancar semua," ujar Kamaludin.

Sebelumnya, sempat terjadi gangguan pada mesin taping di pintu keluar-masuk stasiun yang menyebabkan beberapa kali terjadi kepadatan. Masalah ini ditemukan sejak operasional komersil pada Senin, 1 April 2019 terutama pada kartu uang elektronik dari bank.

Masalah lain, yakni mesin tiket otomatis alias vending machine yang tak bisa digunakan di Stasiun Lebak Bulus. Dari informasi yang dihimpun PT MRT Jakarta, permasalahan tiket kerap ditemukan di Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Bundaran HI.

Kamaludin menyebut permasalahan ini awalnya karena ada permasalahan sistem pembacaan kartu dan sudah ditanggulangi sejak pekan lalu dengan berbagai perbaikan yang diharapkan tidak ditemui lagi masalah ke depannya.

"Perbaikan ada, kemarin karena masalah software-nya yang sebenarnya sudah diujikan pada kartu yang standar dari bank. Namun pas diuji dengan kartu yang sudah beredar dengan jumlah jutaan itu, kartu-kartunya berbeda mungkin jadi dilakukan modifikasi dan penyesuaian lagi, tapi itu sudah selesai," kata Kamaludin.

MRT untuk saat ini beroperasi pada rute Lebak Bulus-Bundaran HI dengan 13 stasiun di dalamnya. Untuk tarif Pemerintah DKI Jakarta menetapkan tarif sebesar Rp10.000 per 10 kilometer (km).

Tarif antarstasiun nantinya berbeda. Tarif minimum ditetapkan sebesar Rp3.000, sedangkan tarif maksimal adalah Rp14.000. Pemprov DKI memberikan diskon tarif sebesar 50 persen sepanjang April 2019.
Baca juga: Perkembangan penggunaan uang elektronik di MRT Jakarta
Baca juga: Lahan parkir di Lebak Bulus akan diperbaiki
Baca juga: MRT sebut penyebab pintu masuk padat karena penumpang tak tap keluar
Baca juga: Anies sebut stasiun MRT memang sengaja tidak menyediakan tempat sampah

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar