KPU Kepulauan Seribu: logistik sudah lengkap

id Kepulauan Seribu,Pemilu 2019,DKI

Pelaksana Tugas Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Charly Siadari menjelaskan proses distribusi logistik hingga tingkatan tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019. (9/4/2019). (ANTARA News/Fauzi Lamboka)

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Seribu, Charly Siadari mengatakan pihaknya telah menerima kekurangan 782 lembar surat suara untuk Pemilihan Umum 17 April 2019 sehingga logistik pemilu sudah lengkap.

“Untuk logistik pemilu, semuanya sudah lengkap,” kata Charly di Jakarta, Selasa.

Chary menjelaskan jumlah surat suara dicetak berdasarkan Surat Keputusan KPU RI Nomor 601/HK.03.01-Kpt/07/KPU/III/2019 tentang Jumlah Surat Suara yang dicetak dalam Pemilu 2019.

Khusus di Kepulauan Seribu, jumlah daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap 2 (DPTHP-2) sebanyak 19.013 pemilih. Sementara dalam pencetakan surat suara, angka itu ditambahkan dua persen per DPT menjadi 19.414 pemilih.

KPU Kepulauan Seribu mengalami kekurangan surat suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sebanyak 91 lembar, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 282 lembar, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) III sebanyak 299 lembar dan DPRD DKI Jakarta Dapil II sebanyak 110 lembar.

“Saat ini, semua logistik Pemilu di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, sebelum didistribusikan ke Kepulauan Seribu pada tanggal 14 April 2019,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jakarta, Sunardi mengakui bahwa masih ada kekurangan jumlah logistik khususnya surat suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019.

“Jumlahnya tidak banyak, sekitar 2 persen saja. Laporan kekurangan itu telah diterima per tanggal 29 Maret 2019,” katanya.

 Baca juga: KPU Kepulauan Seribu siapkan dua TPS keliling

Baca juga: Jadwal kampanye terbuka Provinsi DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu

 

Pewarta : M Arief Iskandar dan Fauzi Lamboka
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar