PBNU minta tindak tegas pem-bully Ad

id perundungan,bully,audrey,pbnu

Sejumlah siswa mengikuti kampanye "Stop Bullying" di Medan, Sumatera Utara, Senin (12/11/2018). Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tersebut bertujuan untuk menolak segala tindakan yang menimbulkan perundungan (bullying) baik secara fisik maupun nonfisik terhadap anak di bawah umur. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini meminta penindakan tegas terhadap pelaku perundungan terhadap Ad, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Mendorong kepada pihak kepolisian untuk mengusut dan menindak tegas pelaku penganiayaan," kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, penindakan tegas itu berupa tindakan pidana dengan pelaku yang harus dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekjen PBNU juga meminta kementerian dan lembaga terkait, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar segera mengambil langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Bagi orang tua, dia mengajak agar lebih intensif menanamkan pada anak soal nilai-nilai moralitas, terutama akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini penting dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk membentuk karakter yang mulia bagi anak," kata dia.

Helmy mengajak berbagai pihak agar bersatu melawan segala macam perundungan kepada anak, karena anak-anak adalah masa depan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Sekjen PBNU juga menyampaikan rasa sedih yang mendalam atas kejadian yang menimpa Ad, sekaligus menyesalkan tindakan amoral yang dilakukan oleh pemudi-pemudi yang menganiayanya.

Baca juga: Banyak etika yang dilanggar dalam kasus AU
Baca juga: Beberapa ibu sarankan sanksi kerja sosial bagi perundung siswi SMP

 

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar