Basarnas siagakan personel SAR Luwuk, warga mulai turun gunung

id Luwuk,gempa,Gempa banggai

Suasana jalan raya Kota Luwuk yang dipenuhi kendaraan warga yang mengungsi ke gunung setelah gempa 6,8 SR, Jumat (12/4) malam. Beberapa jam kemudian sebagian warga sudah turun gunung, apalagi mendapat informasi peringatan tsunami dicabut. (Antaranews Sulteng/Pian)

Palu (ANTARA) - Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu menyiagakan personel yang berada di Pos SAR Kota Luwuk, Kabupaten Banggai dan Morowali pascagempa bermagnitudo 6,8 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Jumat malam.

"Penyiagaan personel sudah menjadi hal mutlak dan perlu ditingkatkan," kata Kepala Kantor SAR Palu Basrano, di Palu, Jumat malam.

Dilaporkan, hingga malam ini tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, meski begitu Basarnas tetap bersiaga.

Basrano menyebut, seluruh personil Basarnas di Sulawesi Tengah berjumlah 62 orang disiagakan dan secara nasional Basarnas Kendari, Gorontalo, Makassar dan Manado termasuk Basarnas pusat turut disiagakan.

"Dari pantauan Basarnas dan informasi resmi yang kami terima, situasi di Kabupaten Bangai Kepulauan, Banggai dan Morowali hingga kini masih aman," ungkap Basrano.

Basarnas menghimbau warga di Kabupaten Banggai Kepulauan, dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak panik pascagempa mengguncang kabupaten tersebut.

"Situasi di Kabupaten Morowali terjadi pemadaman listrik dan BPBD setempat telah mendirikan tenda darurat, " tambahnya.

Dari rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu dirasakan di Kabupaten Poso, Buol, Morowali, Banggai dan Palu dengan kekuatan getaran IV MMI, Kolaka Utara dan Toli-toli III-IV MMI, Sumalata, Kotamobagu, Palopo, Kolaka, Makassar dan Kep. Konawe III MMI, Gorontalo dan Kendari II-III MMI, Manado, Pinrang dan Konawe II MMI.

Turun Gunung

Sementara itu, masyarakat Kota Luwuk, yang mengungsi ke bukit dan pegunungan mulai turun dan kembali ke rumah masing-masing setelah BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami.

"Sebagian warga mulai turun dari Bukit Keles, namun masih banyak yang tetap bertahan," ujar Stepen Sofyan yang dihubungi di Luwuk.

Sedangkan warga sejumlah desa di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, masih bertahan di tempat pengungsian di halaman Mapolsek Batui dan Kancor Camat Batui.

"Belum ada yang pulang, apalagi di sini masih hujan dan lampu padam," ujar Pian dari lokasi pengungsian.

Sementara itu Kapolsek Batui bersama camat dan aparat TNI berjaga di pinggir pantai untuk melihat kondisi permukaan air laut.

"Ternyata semua aman-aman saja," ujar Pian lagi.

Baca juga: BPBD Sulteng belum terima laporan resmi dampak gempa di Banggai
Baca juga: BMKG: gempa Morowali-Banggai mirip Palu
Baca juga: Gempa Banggai dan Palu terjadi di Jumat dengan waktu yang berdekatan

Pewarta : Rolex Malaha
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar