Waketum PAN dukung Jokowi, tak ingin hianati reformasi

id Jokowi, Prabowo, Pilpres, Pemilu 2019, Bima Arya, Waketum PAN, Wali Kota Bogor

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya saat menyatakan dukungannya untuk Jokowi-Ma'ruf Amin pada kegiatan 'SpeekUp SatukanSuara' di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (12/4/2019). (Foto: M Fikri Setiawan).

Bogor (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya tegas mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada kegiatan 'SpeekUp SatukanSuara' di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (12/4/2019), langkah melawan arus koalisi ini dianggapnya agar tidak menghianati reformasi.

"Tidak mungkin orang seperti saya menghianati reformasi dengan mendukung kekuatan orang atau partai yang ada dalam struktur menuju reformasi," ucapnya saat menjadi pembicara.

Acara yang diselenggarakan olehnya itu memaparkan cuplikan-cuplikan masa perjuangan reformasi, salah satunya mengenai perjuangan aktivis 98 yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Budiman Sujatmiko.

"Dosen seperti saya konsultan seperti Kang Emil bisa jadi kepala daerah karena reformasi," kata Wali Kota Bogor demisuoner itu.

Bima mengenakan baju berwarna merah bertuliskan 01 di tengah-tengah para pendukung Jokowi-Ma'ruf, ia mengatakan akan memilih pemimpin yang lahir dari rahim reformasi.

"Hidup itu pilihan, saya Bima Arya memutuskan untuk memilih Jokowi. Memilih harus dengan hati. Hati saya untuk jokowi," tuturnya.

Menurutnya, kini kondisi perekonomian Indonesia on the track di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia juga mengaku bangga karena Indonesia bisa mengimbangi kemajuan teknologi internasional.

Tokoh politik koalisi Jokowi-Ma'ruf seperti Budiman Sujatmiko dari PDIP, dan Wanda Hamidah dari Partai Nasdem turut hadir. Kemudian hadir pula salah satu ulama kondang Yusuf Mansur.

Pasca purna jabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 pada 7 April 2019, Bima mengaku ingin istirahat dan ikut berkampanye dalam Pemilu 2019.(KR-MFS)


Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar