Kapolda Lampung pimpin apel 63.000 personel gabungan amankan Pemilu

id pengamanan pemilu, kapolda lampung

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto (antaralampung/damiri-ist)

Bandarlampung (ANTARA) - Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto memimpin apel Operasi Mantap Brata Krakatau di Lapangan Korpri Pemprov Lampung yang diikuti sebanyak 63.000 personel gabungan TNI-Polri dalam rangka pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

"Pemilu merupakan hajatan politik dan pesta demokrasi bersama seluruh elemen bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita semua bertanggungjawab berjalannya Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk," katanya di Bandarlampung, Minggu.

Apel Operasi Mantap Brata Krakatau itu diikuti sebanyak 1.948 personel Polda Lampung, 6.692 personel Polres dan Polresta jajaran Polda Lampung, 1.465 personel Korem 043/Gatam dan jajaran, 25 personel Lanal Lampung, 315 personel Brigif 4 Marinir/BS, 25 personel Lanud, dan 52.530 Linmas.

"Semua personel yang hadir dalam apel ini siap mengamankan sebanyak 26.265 TPS yang ada di Provinsi Lampung," kata dia.

Kapolda merincikan dari sebanyak 26.265 TPS di Provinsi Lampung di antaranya ada kategori TPS kurang rawan sebanyak 2.817, TPS rawan sebanyak 310, TPS sangat rawan sebanyak 108, dan TPS khusus sebanyak 30.

"Dari macam-macam kategori itu, kita semua 63.000 personel gabungan siap mengamankan pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019," katanya.

Dia menambahkan untuk pengamanan Pemilu 2019, Polda Lampung telah menerapkan tiga prinsip utama yakni, Pam Pemilu yang mantap, Gakkum pemilu yang profesional, dan sukses Pemilu yang kita idamkan. Untuk terwujudnya tiga prinsip utama tersebut menurutnya, harus didukung dengan tiga upaya yakni, proaktif, partnership, dan problem solving (3P).

"Kepada seluruh personel TNI-Polri yang akan melaksanakan tugas pengamanan Pemilu 2019 saya berharap agar merangkul dan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat serta mengajak bersama-sama untuk menyukseskan pengamanan Pemilu 2019," kata dia.

Pewarta : Triono Subagyo dan Damiri
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar