KPU-TNI angkut logistik pemilu gunakan helikopter

id distribusi,loistik,pemilu, helikopter

Suasana pengangkutan logistik Pemilu menggunakan helikopter di kawasan perbatasan RI-Malaysia, dari Kampung Batu Majang ke Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari, Minggu (14/4). (ist)

Long Bagun, Mahakam Ulu (ANTARA) - KPU Kabupaten Mahakam Ulu bekerja sama dengan TNI AD mengangkut paket logistik berupa 15 kotak suara melalui jalur udara ke kawasan perbatasan menggunakan helikopter jenis Bell 412 EP 5183 milik Kodam VI/Mulawarman yang bermarkas di Balikpapan.

"Distribusinya dilakukan tadi siang, pukul 13.45 WITA. Helikopter 'take off' dari Helipad Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Mahulu, menuju Kecamatan Long Apari," ujar Komisioner KPU Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Saaluddin di Long Bagun, Minggu.

Sebelum sampai ke Long Apari, helikopter tersebut mampir di Kecamatan Long Pahangai pukul 14.51 WITA untuk menyinggahkan Form C6-KPU. Kemudian dilanjutkan lagi terbang ke Long Apari, mengantar logistik Pemilu untuk kampung paling hulu Sungai Mahakam.

Adapun logistik yang didistribusikan ke kawasan hulu menggunakan jalur udara itu adalah 241 lembar surat suara untuk TPS 1 di Kampung Long Apari, 214 lembar surat suara untuk TPS 2 di Kampung Long Apari, 161 lembar surat suara untuk TPS 1 di Kampung Naha Tifab. Total 616 lembar surat suara itu ada di satu paket dalam 15 kotak suara.

Sementara Florianus Nyurang, yang juga Komisioner KPU Mahulu mengatakan, untuk distribusi logistik Pemilu hanya bisa dilakukan satu kali karena anggaran dari KPU Provinsi Kalimantan Timur yang terbatas, yakni hanya sekitar Rp500 juta sehingga untuk TPS yang tersebar di kampung-kampung lain tetap didistribusikan menggunakan kapal cepat "speedboat" atau "longboat".

Menurut Nyurang, distribusi logistik dari Kecamatan Long Bagun ke kawasan hulu sebenarnya lebih efektif menggunakan jalur udara, karena ekstremnya jalur sungai yang harus melalui riam yang membahayakan keselamatan, termasuk jalur darat yang belum bisa dilintasi.

Namun, untuk jalur udara terlalu tinggi biaya yang harus ditanggung sehingga tidak efisien, karena dengan biaya yang sekitar Rp500 juta untuk satu kali penerbangan dengan hanya mampu mengangkut 15 kotak suara, berarti biaya yang harus ditanggung lebih besar, bahkan akan diperlukan beberapa kali pengangkutan untuk 'drop' semua logistik di kawasan hulu Mahakam.

"Sebenarnya, kalau anggarannya ada, ya gak masalah semua logistik pakai helikopter, namun karena keterbatasan anggaran inilah maka distribusi yang lainnya menggunakan 'speedboat' dan 'longboat'. Untuk distribusi logistik ke semua kampung di Mahulu hanya butuh anggaran sekitar Rp400 juta jika menggunakan jalur sungai," tuturnya.

Jumlah kampung yang berada di dua kecamatan di hulu riam ada 23 kampung, yakni 10 kampung di Kecamatan Long Apari dan 13 kampung di Kecamatan Long Pahangai. Ini berarti logistik yang diangkut menggunakan jalur sungai harus melalui riam ekstrem Mahakam.

"Besok semua logistik untuk Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari diangkut menggunakan jalur air. Total untuk dua kecamatan ini ada 152 kotak suara, dikurangi 15 kotak suara yang sudah diangkut lewat udara, berarti masih 137 kotak suara yang harus diangkut melalui jalur sungai," ucap Nyurang.


Pewarta : M.Ghofar
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar