Ketua STAIMI : usaha jual beli online harus terintegrasi

id Jual beli online, marketplace

Ilustrasi (Pixabay/Mediamodifier) (Pixabay/Mediamodifier/)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosidiin (STAIMI) Prof Dr Ir Sudarsono MSc mengatakan praktik usaha marketplace atau jual beli online memerlukan integrasi dari beberapa unsur pendukung yaitu produsen, perbankan, distribusi dan internet.

"Pengusaha "marketplace" bisa memilih berbagai bentuk model bisnis yaitu sebagai penjual berbagai produk dengan kategori yang berbeda-beda (horizontal) atau model yang hanya menjual produk dari satu jenis yang sama (vertikal) dengan pengunjung calon pembeli yang memang mencari barang-barang khusus," ujar Sudarsono di Jakarta, Senin (15/4).

Dia menambahkan sukses bisnis berbasis internet yang ada saat ini dianggap menjadi contoh dan dapat membuka peluang usaha. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana praktiknya serta potensi untuk dikembangkan oleh pelaku usaha ekonomi berbasis syariah khususnya generasi milenial.

Dia juga menambahkan sebagai calon ekonom masa depan, mahasiswa ekonomi kami perlu memperkaya diri dengan praktik-praktik bisnis khususnya dalam mendukung era Industri 4.0 dan menjadi bagian dari masyarakat 5.0” disebut juga model Vertikal.

Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Cecep Maskanul Hakim BSc MEc mengatakan Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan pengeluaran terbesar.

"Indonesia masuk 10 besar pengeluaran terbesar di tiap industri, sebagai pasar yang besar perlu digerakkan agar menjadi pelaku bukan hanya sebagai konsumen," kata Cecep.

Ia menjelaskan Bank Indonesia mempunyai strategi utama yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan riset, asesmen dan edukasi. Untuk itu kunci suksesnya adalah Kerja sama dan koordinasi dengan semua unsur pemangku kepentingan baik lembaga pemerintah dan swasta

Selain itu, bank perlu terus memperluas cabang-cabangnya untuk menjangkau nasabah di seluruh pelosok Tanah Air. Transaksi melalui online atau e-commerce dengan cara-cara syariah seharusnya dipahami oleh para pelaku sesuai hukum-hukum Islam.

Selain itu, kepuasan pelanggan menjadi hal yang paling utama untuk kelangsungan usaha. Masing-masing harus terbuka dalam penawaran dan permintaan agar tidak ada konflik dalam transaksi jual beli. Faktor lainnya yakni distribusi yang murah, aman dan cepat sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha jual beli online.
 

Pewarta : Indriani
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar