Antusiasme pengungsi likuefaksi Balaroa menyambut pemilu

id Balaroa,Pemilu,Likuefaksi,Palu

Sejumlah anggota KPPS di TPS 08 di kawasan pengungsian terpadu Balaroa tengah merenovasi TPS yang akan dijadikan sebagai tempat pencoblosan dari 13 TPS yang disiapkan di sana, Selasa sore (16/4). (ANTARA/Muh Arsyandi)

Palu (ANTARA) - Duka yang menyelimuti pengungsi korban bencana likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kota Palu tidak menyurutkan semangat dan antusiasme mereka untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019, esok (17/4).

Hingga hari ini, Selasa (16/4), belasan TPS di kawasan pengungsian terpadu Sport Center Balaroa yang menjadi tempat mereka tinggal dan mendirikan tenda-tenda pengungsian kini telah dibangun dan tengah ditata.

"Bukan berarti duka yang kita alami membuat kita golput. Kita harus tetap memilih agar mendapat pemimpin yang sesuai dengan harapan kita," kata salah satu pengungsi, Sugianto.

Menurut dia, sebagai warga negara Indonesia, pemilu merupakan upaya pemerintah dalam memfasilitasi ruang demokrasi warganya lewat penyelenggaraan pemilu secara demokratis.

"Semoga pemimpin yang terpilih bisa mendapat hidayah dan menjalankan amanah rakyat yang dipercayakan kepada dia,"harapnya.

Ia yakin partisipasi pemilih yang mengungsi di kawasan tersebut dapat tinggi dan berharap tidak ada yang golput.

Senada dengan Sugianto, Yulista, pengungsi lain di kawasan pengungsian itu juga menyatakan demikian.

Menurut dia, presiden dan wakil presiden yang terpilih pasti akan berpengaruh pada kesejahteraannya dan ribuan pengungsi yang sampai hari ini masih tinggal di ratusan tenda pengungsian di sana.

"Olehnya sangat rugi jika kami yang pengungsi ini sampai tidak mencoblos atau golput sebab masa depan kita yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsi ini ada di tangan presiden dan wakil presiden yang terpilih nanti,"ucapnya.

Di kawasan pengungsian terpadu Sport Center Balaroa dibangun 13 TPS. Mulai TPS 7 sampai TPS 20. 13 TPS itu akan dipakai ribuan pengungsi untuk menggunakan hak suaranya saat hari pencoblosan, Rabu (17/4).

Warga, satuan perlindungan masyarakat, satuan polisi pamong praja (satpol pp) dan aparat kepolisian serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara bahu-membahu mendirikan TPS dan mendistribusikan logistik pemilu di setiap TPS di sana.

Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid, menjelaskan jumlah Daftar Pemilih Tetap di sana sebanyak 218. 784 jiwa. "Jumlah TPS yang dibangun di Palu sebanyak 1.075 TPS,"katanya.

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar