Pengamat ingatkan kandidat legawa terima hasil Pilpres 2019

id Pengamat, Ujang Komarudin, kandidat, Legawa, terima hasil, Pilpres 2019

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengingatkan agar pasangan calon presiden dan wakil presiden, termasuk tim pemenangan harus legawa menerima apa pun hasil Pilpres 2019 yang digelar pada Rabu ini.

"Semua pihak harus menggunakan kepala dingin menyikapi hasil proses demokrasi lima tahunan ini. Siapapun yang menang nanti, baik petahana atau penantang tidak boleh ada yang melakukan tindakan anarkis. Apalagi menyalahkan yang menang," kata Ujang di Jakarta, Rabu

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, hingga saat ini pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin masing unggul sementara dari rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hasil "quick count" Litbang Kompas, Jokowi-Makruf memperoleh 54,22 persen dan Prabowo-Sandi 45,78 persen. Sampel yang masuk baru sekitar 80,70 persen. Lembaga Survei lainnya, seperti Charta Politika, Poltracking, Indikator Politik Indonesia dan Indo Barometer juga mencatat data yang hampir sama. Meski sampel data yang masuk belum sampai 100 persen.

Ujang menjelaskan, Pemilu Legislatif maupun Pilpres merupakan proses demokrasi biasa yang berulang setiap lima tahun. Karenanya, semua pihak diharapkan bisa menerima apapun hasil yang didapat.

"Pemilu 2019 semua kontestan habis-habisan berkampanye. Tidak jarang kita temukan gesekan, nyinyiran, saling serang dan saling menafikan. Dalam demokrasi perbedaan pendapat itu hal biasa. Sekeras apapun perbedaan, yang penting tidak anarkistis," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Ia juga mengingatkan agar pihak yang menang tidak boleh jemawa dan pihak yang kalah harus tetap lapang dada.

"Semua ada jalurnya. Jika ada keberatan dari yang kalah, jalur hukum adalah yang terbaik. Pilpres hanya rutinitas lima tahunan biasa. Pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. Yang kalah tidak boleh marah-marah. Menang atau kalah merupakan hal yang biasa," jelasnya.

Ia menambahkan sudah seharusnya setiap kandidat harus siap menang dan kalah jika sudah menyatakan siap maju sebagai calon presiden dan wakil presiden.

"Jangan hanya siap menang, tapi tidak siap kalah," ucap Ujang.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar