Tree of Heart tanam pohon cegah kekeringan di Sumberoto

id Hari bumi, earth day, tree of heart

Warga menanam pohon cemara di Pantai Cemara, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (27/1/2019). Penanaman 20 ribu bibit pohon cemara udang bersama PT Pertamina (persero) tersebut, selain sebagai penahan abrasi air laut dan ruang hijau yang menjadi tempat berlindung satwa, juga menjadi daya tarik wisatawan. Antara Jatim/Budi Candra Setya/Zk

Jakarta (ANTARA) - Program Tree of Heart berupaya membantu desa Sumberoto, Jawa Timur dari kekeringan yang sudah melanda desa itu selama 10 tahun dengan menanam pohon.

"Desa Sumberoto adalah daerah terkering kedua di Pulau Jawa, oleh sebab itu kami ingin membantu untuk menambah cadangan air mereka dengan menanam pohon," kata Koordinator Tree of Heart Lenny Hidayat di Jakarta, Selasa.

Lenny mengatakan setiap musim kemarau, warga desa tersebut terpaksa membeli air, atau mereka harus bejalan hingga 3-5 Km untuk mencapai sumber air terdekat.

Program ini juga mengajak masyarakat umum untuk ikut membantu Desa Sumberoto dengan cara donasi bibit pohon. Masyarakat dapat mendonasikan Rp150 ribu untuk satu bibit pohon.

Hingga saat ini, Tree of Heart telah berhasil menanam 600 pohon di sana, mereka menargetkan dapat menanam 10 ribu pohon.

Menurut Lenny dengan menanam pohon maka tanah di sana yang gersang perlahan-lahan akan lembut kemudian dapat menjadi tempat cadangan air.

"Hasilnya paling cepat dirasakan warga tiga tahun dari penannaman pohon. Ini sangat butuh kesabaran," kata dia.

Ada tiga jenis pohon yang akan di tanam di sana, yaitu Pohon Lengkeng, Trembesi dan Tabebuya. Pohon Lengkeng akan ditanam di rumah warga, Pohon Trembesi dan Tabebuya di tanam di desa.

Selama ini mereka telah melakukan kampanye lewat situs dana bersama Kitabisa.com, selain itu mereka juga melakukan kolaborasi dengan seniman dengan melakukan pelelangan karya seni.

Setiap karya seni yabg dilelang dihargai dengan jumlah bibit pohon, Lenny mengatakan seniman-seniman terlibat memang telah mempunyai keinginan membantu desa Sumberoto dengan karyanya.


Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar