Pemkot Denpasar terima kunker Ministry of Information Bangladesh

id Pemkot Denpasar, smart city, mass communication Bangladesh

Rombongan General Department of Mass Communication Bangladesh mengunjungi sistem "smart City" Kota Denpasar. (Antaranews Bali/Komang Suparta/IST/2019)

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar, Bali menerima kunjungan kerja (kunker) dari Mass Communicattion Department Ministry of Information Bangladesh terkait sukses menjalankan "smart city" kota setempat.

Kehadiran rombongan yang dipimpin Director General Department of Mass Communication Bangladesh, Md Zakir Hossain yang diterima Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Diskominfo Kota Denpasar, Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya di Damamaya Denpasar Cyber Monitor, di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Kota Denpasar, Kamis.

Beberapa inovasi Pemkot Denpasar di bidang "smart city" pun turut dipaparkan. Mulai dari pengembangan "smart heritage market, Denpasar story talling" hingga pelayanan di berbagai OPD yang telah dilaksanakan dengan sistem digitalisasi.

Director General Department of Mass Communication Banglades, Md Zakir Hossain sangat mengapresiasi langkah dan inovasi Pemkot Denpasar dalam pengembangan "smart city". Keunikan turut ditampilkan oleh Pemkot Denpasar dengan memadukan kearifan lokal yang ada.

"Ini sangat baik, komitmennya bagus dalam pengembangan 'smart city' yang tetap memperhatikan kearifan lokal, jika ada kesempatan kami akan melaksanakan kunker dengan jumlah delegasi yang lebih banyak lagi," katanya.

Sementara itu. Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Diskominfo Kota Denpasar, Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya mengatakan bahwa Kota Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung pengembangan "smart city". Hal ini sebagai bentuk dukungan guna mempersiapkan seluruh jajaran Pemkot Denpasar untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Pemkot Denpasar dibawah pimpinan Wali Kota Rai Mantra dan Wakilnya Jaya Negara terus berkomitmen dalam mendukung digitalisasi yang bergerak dalam 'smart city'," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pengembangan "smart city" di Kota Denpasar dilaksanakan dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Hal inilah yang dikenal dengan "orange ekonomi" yang tentunya berkaitan erat dengan sektor ekonomi kreatif.

"Kehadiran 'smart city' mampu mengintegrasikan seluruh pelayanan di masing-masing OPD yang terkontrol dalam suatu sistem, sehingga pemerintahan yang responsip dapat tercipta, hal ini dapat dijumpai di Pro-Denpasar, serta beraga inovasi OPD berbasis digitalisasi yang pelayanannya mulai dari tingkat pemerintahan desa hingga pemerintahan kota, dari bayi dalam kandungan hingga meninggal telah terfasilitasi pelayanan yang terintegrasi berbasis digitalisasi," katanya.

Pewarta : I Komang Suparta
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar