Polisi Selandia Baru dibuat malu karena penjahat curi 11 senjata api

id penembakan di Selandia Baru

Sekitar 11 senjata api dari satu kantor polisi yang dicuri di Selandia Baru, beberapa di antaranya diserahkan kepada pihak berwajib setelah penembakan massal di Christchurch, kata polisi pada Jumat.. (REUTERS/JORGE SILVA)

Wellington (ANTARA) - Seorang penjahat mencuri 11 senjata api dari satu kantor polisi di Selandia Baru, beberapa di antaranya diserahkan kepada pihak berwajib setelah penembakan massal di Christchurch, kata polisi pada Jumat.

Polisi mencari tersangka itu, yang berhasil meloloskan diri setelah diketahui oleh seorang petugas di halaman kantor itu di Palmerston North, kota di Pulau Utara. Kendaraannya telah ditemukan kemudian. "Sebanyak 11 senjata api yang disimpan di lemari saat ini belum dihitung," kata penjabat Komandan Distrik Tengah Inspektur Sarah Stewart dalam pernyataan mengenai perampokan pada Kamis.

"Saya harus jelaskan bahwa ini bukan senjata polisi, tetapi senjata-senjata itu sedang berada di lemari untuk dipamerkan atau diserahkan buat dimusnahkan. Saya sangat cemas dengan apa yang sudah terjadi. Sama sekali ini tak dapat diterima," kata Stewart.

Para pemilik senjata di seluruh Selandia Baru menyerahkan senjata-senjata mereka kepada polisi setelah pemerintah mengesahkan undang-undang senjata api ketat yang melarang senjata api semi otomatis jenis militer dan asesorisnya pada saat penembakan massal terburuk terjadi di Christchurch dan merenggut nyawa 50 orang.

Hingga 30 September orang-orang harus menyerahkan senjata-senjata ke kantor-kantor polisi setempat, tetapi ribuan senjata sudah diterima.

Sumber: Reuters

 

Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar