Penyelenggara pemilu di Wondama ramai-ramai periksa kesehatan

id Kabupaten Teluk Wondama

Salah satu petugas PPD Wasior, Kabupaten Teluk Wondama sedang diperiksa dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan. Petugas PPD Wasior sudah enam hari bekerja tanpa henti menyelenggarakan rapat peno rekapitulasi suara pemilu serentak 2019 (Foto: ANTARA/TOYIB)

Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Para penyelenggara pemilu pada Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat beramai-ramai menjalani pemeriksaan kesehatan karena mengalami kelelahan setelah melaksanakan tugas.

Petugas panitia pemilihan distrik, pengawas maupun kepolisian semuanya mengantre di ruang dokter yang sudah disiapkan di lokasi pleno rekapitulasi.

Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Rabu, memasuki hari kelima. Pleno masih berlangsung untuk menuntaskan rekapitulasi untuk 50 lebih TPS di distrik tersebut.

Ketua PPD Wasior Bernard Wambrau belum bisa memastikan sampai kapan pleno rekapitulasi akan tuntas. Pihaknya berharap tidak ada keberatan dan protes berlebihan dari para saksi yang menyita banyak waktu, sehingga proses rekapitulasi bisa berlangsung lebih cepat.

“Kami targetkan hari ini selesai, tapi semua tergantung situasi. Mudah-mudahan tidak banyak terjadi protes sehingga bisa cepat,“ ujar Bernard.

Sebagai langkah antisipasi, mulai Selasa siang ditempatkan satu dokter jaga di lokasi rapat pleno, agar setiap waktu bisa memeriksa kesehatan petugas PPD yang sudah didera kelelahan.

Hasil pemeriksaan dokter, diketahui salah seorang petugas PPD mengalami darah rendah, sehingga diharuskan untuk beristirahat.

"Hampir semua menderita kelelahan karena kurang tidur. Ada satu yang kami anjurkan untuk beristirahat karena tekanan darahnya rendah sekali, sehingga kalau dipaksakan bisa drop," kata dokter Edi yang melakukan pemeriksaan.

Bernard mengakui, dia bersama rekan-rekannya sudah sangat kelelahan lantaran hampir seminggu terakhir tidak memiliki waktu istirahat yang mencukupi.

Mereka bekerja secara maraton sejak pagi hingga lewat tengah malam. Terlebih lagi, sejak pleno hari kedua tidak ada lagi petugas KPPS yang datang, sehingga tugas rekapitulasi suara sepenuhnya diambil alih PPD.

Pewarta : Toyiban
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar