Jalur nasional perlintasan Paseh di Sumedang ambles

id Polres Sumedang,jalan ambles, jalur mudik

Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Hartoyo (kanan) meninjau jalan ambles di jalur nasional wilayah Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (12/05/2019). (Dokumen Polres Sumedang)

Sumedang (ANTARA) - Kepolisian Resor Sumedang menemukan kondisi jalan nasional yang menjadi perlintasan kendaraan pemudik di Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ambles, sehingga menjadi perhatian untuk segera diperbaiki agar tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

"Temuan di lapangan yaitu di jalan nasional KM36 Kecamatan Paseh terdapat jalan ambles," kata Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Hartoyo kepada wartawan usai peninjauan jalur, Minggu.

Ia menuturkan, kondisi jalan ambles itu kurang lebih 10 sentimeter, dengan panjang sekitar lima meter, dan terdapat retak-retak 10 sentimeter.

Namun kondisi tersebut, kata dia, sementara masih bisa dilintasi kendaraan yang tentunya harus hati-hati, dan saat ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum sedang dilakukan perbaikan.

"Saat ini sedang dilakukan perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum," katanya.

Kapolres bersama Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang AKP Iim Abdurohim dan sejumlah perwira lainnya dari jajaran Polres Sumedang mengecek kesiapan jalur yang menjadi perlintasan kendaraan pemudik saat Lebaran 2019.

Pengecekan dilakukan mulai dari jalur timur Sumedang di antaranya jalur Kecamatan Cimalaka hasil cek jalur dan lokasi rencananya didirikan Pos Pengamanan Alun-alun Cimalaka, selanjutnya pengecekan jalur di Kecamatan Paseh, Tomo, dan Kecamatan Ujung Jaya.

Sementara itu, wilayah Sumedang merupakan jalur yang biasa menjadi perlintasan kendaraan pemudik dari Bandung menuju Sumedang melintasi Jalan Cadas Pangeran, kemudian sejumlah daerah lainnya yakni Kabupaten Kuningan, Majalengka, bahkan ke Cirebon.

Selain itu, wilayah Sumedang menjadi jalur alternatif lintas Wado-Malangbong ketika jalur selatan lintas Nagreg, Kabupaten Bandung dan wilayah Garut terjadi kemacetan.

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar