Timnas putri akan coret lima pemain

id timnas putri,indonesia,piala aff,rully nere

Pemain tim nasional putri Indonesia mengikuti seleksi dan pemusatan latihan di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/5/2019). ANTARA/HO-PSSI/aa

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional putri Indonesia Rully Nere menyatakan akan mencoret lima dari 37 pemain yang mengikuti seleksi sekaligus pemusatan latihan yang digelar pada 11-24 Mei 2019 di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dikutip dari laman resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta, Selasa, Rully Nere menyebut pencoretan ini dilakukan agar latihan bisa dilakukan lebih efektif dan dapat membentuk kerangka tim.

"Dari hasil pantauan dalam tiga hari pertama ini, sudah terlihat mana pemain yang bisa dipertahankan dan mana yang harus dipulangkan, baik secara fisik maupun mental ketika berada di lapangan. Semakin sedikit jumlah pemain maka semakin efektif latihan dilaksanakan," ujar Rully.

Lima pemain yang akan dipulangkan itu di antaranya berasal dari sektor belakang, gelandang, penyerang dan penjaga gawang.

Pelatih asal Papua ini memang belum bisa mengumumkan nama lima pemain yang akan dicoret, tetapi dia memastikan semua pemain memiliki kesempatan yang sama untuk memperkuat timnas.

Rully tidak mengistimewakan para pemain yang sebelumnya pernah memperkuat timnas putri. Kebijakan ini disambut baik oleh pemain peserta seleksi.

"Kami memang bersaing secara sportif. Siapapun yang terpilih, berarti itu yang terbaik. Setiap pemain mesti benar-benar bekerja keras dan menunjukkan yang terbaik jika ingin terpilih," tutur salah satu pemain seleksi Prihartini.

Timnas putri sendiri akan menjalani laga uji coba dengan klub lokal yang akan digelar di penghujung seleksi dan pemusatan latihan di Jawa Timur.

Timnas putri disiapkan untuk mengikuti Piala AFF Putri 2019 pada 15-27 Agustus 2019 di Thailand. Setelah itu, Garuda Pertiwi mengikuti SEA Games 2019 di Filipina.

Baca juga: PSSI panggil 36 pemain jalani TC-seleksi timnas putri


Pewarta : Michael Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar