Wali Kota Kupang mengimbau warga tetap tenang

id wali kota kupang

Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore. (Antara Foto/ Benny Jahang)

Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore mengimbau warga di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan terjadinya aksi unjukrasa dilakukan kelompok tertentu di Ibu Kota Jakarta usai pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU Pusat.

"Kami menghimbau warga Kota Kupang tetap tenang. Tidak perlu terpengaruh dengan situasi dan suasana yang sedang terjadi di Jakarta," kata Jefrison Riwu Kore di Kupang, Rabu.

Jefri mengatakan hal itu ketika dimintai tangapannya terkait kondisi keamanan dan ketertiban di Jakarta yang sampai saat ini yang masih diwarnai aksi unjukrasa yang menolak hasil pemilu 2019.

Menurut Jefri, persoalan yang sedang terjadi di Jakarta agar tidak di bawah ke Kota Kupang karena dapat merusak hubungan persaudaraan yang sudah terjaga dengan baik selama ini.

Ia berharap bentrokan dan aksi unjukrasa yang sedang berlangsung di Jakarta cepat berakhir karena merugikan banyak orang yang melakukan aktifitas di kawasan ibu kota negara itu.

"Kami berharap situasi di Jakarta cepat kondusif sehingga aktifitas masyarakat pada kawasan yang dilanda unjukrasa bisa pulih kembali karena telah mengganggu masyarakat yang beraktivitas," tegas Jefri.

Menurut dia, apabila dalam pelaksanaan pemilu 2019 terdapat perbedaan pilihan politik tentu merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati namun bukan untuk perpecahan.

"Kita harus memaknai ini sebagai sesuatu perbedaan tetapi bukan merupakan perpecahan. Kita harus bisa menjaga hubungan persaudaraan yang sudah terbina selama ini dengan baik," kata Jefrison.

Mantan anggota DPR-RI dari Partai Demokrat ini meminta masyarakat Kota Kupang untuk tetap tenang dan terus menjalankan aktifitas seperti biasa tanpa terpengaruh dengan situasi yang terjadi di Jakarta. 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar