BBPJN Wilayah VIII minta masyarakat gunakan jalur "pansela" saat mudik

id Balai Besar Jalan, Jalur Mudik Lebaran, Jalur Pantai selatan

Peta jalur mudik lebaran di Jawa Timur (Indra)

Sidoarjo (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, meminta kepada masyarakat supaya menggunakan jalur pantai selatan (pansela) saat mudik lebaran sebagai upaya untuk mengurangi beban di jalan utama dan utara.

Kepala BBPJN Wilayah III Surabaya Ketut Darmawahana saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Rabu (22/5) mengatakan jalur di pantai selatan itu juga menyuguhkan pemandangan wisata yang cukup bagus untuk dinikmati sembari mudik libur lebaran.

"Sebagai tempat rekreasi juga bagus karena banyak wisata pantai yang disajikan selama menggunakan jalur tersebut," katanya.

Ia mengatakan, saat ini di jalur pantai selatan itu masih belum sepenuhnya tersambung tetapi untuk beberapa wilayah sudah bisa dilewati sebagai jalur mudik lebaran.

"Seperti di wilayah Pacitan, Trenggalek dan juga di Lumajang sebagian sudah mulai tersambung," katanya.

Ia mengatakan, dari total 680 kilometer jalan yang direncanakan, sebanyak 380 kilometer di antaranya sudah tersambung dan bisa dimanfaatkan untuk jalur mudik lebaran.

"Harapannya jalan alternatif bisa digunakan untuk mengurangi beban di jalan utama," katanya.

Sedangkan untuk penggunaan jalan tol, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim dan juga dari Dinas Perhubungan Jawa Timur, terutama yang ada di pintu keluar tol Karanglo Malang.

"Kami mendapatkan informasi kalau nantinya akan ada rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan di wilayah itu. Termasuk juga adanya perataan bangunan yang menyebabkan menyempitnya ruas jalan dari Malang menuju ke Surabaya," katanya.

Ia mengatakan, selama lebaran ini pihaknya sudah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari beberapa pos komando.

"Pos komando itu juga bisa bergabung dengan pos komando milik lalu lintas dan juga dari Dinas Perhubungan supaya tidak bertumpuk," katanya.

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar