NTT dorong BUMDes di Lapale kembangkan agrowisata

id Dinas PMD Provinsi NTT,Objek wisata Lapale Hills Kabupaten Sumba Barat,BUMDes di Desa Lapale

Salah satu spot objek wisata Lapale Hill yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) di Desa Lapale, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto/istimewa)

Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sinun Petrus Manuk, mendorong badan usaha milik desa (BUMDes) di Desa Lapale, Kabupaten Sumba Barat, untuk mengembangkan potensi agrowisata sebagai objek wisata penyangga di daerah itu.

"Saya sedang mendorong dan juga sudah disepakati bersama pengelola BUMDes di Desa Lapale untuk kembangkan agrowisata karena potensinya sangat mendukung," katanya kepada Antara di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, BUMDes di Desa Lapale, Kecamatan Kota Waikabubak, sudah berhasil mengelola potensi keindahan alam dengan membangun objek wisata baru yang dikenal dengan Lapale Hills.

Pada objek wisata baru tersebut, lanjutnya, dikembangkan sejumlah spot seperti tempat berfoto, pondok-pondok yang menjual kuliner dan suvenir, serta rest area.

"Nanti berdekatan dengan lokasi itu nanti akan dikembangkan agrowisata berupa ladang sayuran dan juga kolam ikan," katanya.

Sinun Petrus mengatakan, ketika mengunjungi lokasi wisata tersebut beberapa waktu lalu ia juga mengarahkan agar diadakan pula fasilitas karaoke di pondok-pondok yang ada.

"Saya sudah minta kepala desanya agar menambah modal untuk BUMDes untuk pengembangan fasilitas lagi agar lebih banyak pilihan bagi wisatawan," katanya.

Selain itu, lanjutnya, perlu dilakukan perbaikan fasilitas utama lain seperti toilet yang masih sederhana, maupun fasilitas untuk pengunjung dalam jumlah banyak untuk melakukan pertemuan dan lainnya.

Ia mengaku optimistis, ke depan BUMDes di Desa Lapale ini ke depan, bisa tumbuh menjadi mandiri dengan mengelola bisnis wisata untuk mendatangkan keuntungan bagi masyarakat setempat.

"Sekarang penghasilan mereka bisa mencapai Rp40 juta per bulan, ke depan ketika dilakukan pembenahan dan penambahan spot-spot baru seperti agrowisata maka wisatawan ramai," ujarnya.

Baca juga: NTT siapkan BUMDes untuk kelola wisata Pantai Liman

Baca juga: BUMDes di NTT bentuk PT kelola penambangan batu pecah

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar