Pemuda "Pemukul Telur" sumbangkan Rp999 juta bagi korban Christchurch

id Will Connolly,Christchurch ,sumbangan,korban ,mesjid di Selandia Baru

Seorang perempuan menangis di memorial sementara di luar mesjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019). (REUTERS/EDGAR SU)

Sydney (ANTARA) - Seorang remaja Australia, yang dijuluki "Egg Boy" alias "Pemukul Telur", mengatakan ia telah menyumbangkan hampir seluruh 100.000 dolar Australia (sekitar Rp999,8 juta) bagi para korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Remaja tersebut, Will Connolly, menerima sumbangan dana 100.000 dolar itu dari berbagai pihak, yang ingin membantu pengeluaran biaya baginya dalam menjalani proses hukum.

Connolly (17 tahun) terkenal dengan sebutan "Egg Boy" setelah ia memukulkan telur ke kepala seorang anggota parlemen, Senator Fraser Anning, yang mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Connolly menjadi sosok terkenal ketika ia menamparkan telur ke kepala Anning saat acara jumpa pers setelah Anning mengatakan bahwa membiarkan "para Muslim fanatik" pindah ke Selandia Baru adalah penyebab penembakan di negara itu terjadi pada Maret.

Polisi telah memperingatkan Connolly soal insiden tersebut namun ia langsung menjadi terkenal dan mendapat dukungan dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari bintang bola basket Ben Simmons. Sumbangan bagi Connolly membanjir untuk mendanai biaya pembelaan dalam proses hukum terhadapnya.

Namun, Connolly mengatakan pada Selasa (28/5) malam bahwa ia akan menyumbangkan 99,922 dolar Australia, yang ia terima karena ia sudah tidak lagi diharuskan menghadap pengadilan.

"Saya memutuskan untuk mendonasikan semua uang ini untuk membantu para korban penembakan massal...itu bukan uang saya," tulis Connolly di akun Instagram-nya.

"Kepada para korban tragedi, dengan sepenuh hati saya berharap bahwa sumbangan ini bisa sedikit membantu Anda."

Seorang penembak bersenjatakan senapan semiotomatis menembaki para Muslim yang sedang mengikuti Shalat Jumat di masjid pada 15 Maret. Dalam serangan itu, 51 anggota jemaah tewas dan puluhan orang terluka. Serangan itu disiarkan langsung di Facebook.

Tersangka penembakan itu, warga Australia bernama Brenton Tarrant, dikenai 51 dakwaan pembunuhan dan aksi terorisme. Ia akan disidangkan kembali pada 14 Juni.

Sumber: Reuters

 

Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar