2.823 pemudik diberangkatkan dari Terminal Jatijajar Depok

id pemudik depok,terminal Jatijajar,BPTJ,lebaran

2.823 pemudik diberangkatkan dari Terminal Jatijajar Depok

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana (kanan) didamping Kapolres Depok Kombes Didik Sugiyarto (tengah) dan Kasatlantas Polres Depok Kompol Sutomo. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Sebanyak 2.823 pemudik diberangkatkan dari Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, dengan menggunakan 214 bus selama dua hari terakhir ini (Rabu dan Kamis).

"Diperkirakan puncak mudik dua hari, Jumat dan Sabtu. Penumpang akan terus bertambah hingga pada Sabtu (1/6) sore," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana ketika ditemui di Terminal Jatijajar Depok, Jumat.

Ia mengatakan bus sudah laik jalan  akan distempel oleh Dishub sebagai tanda bus tersebut memang benar-benar dalam kondisi baik untuk melakukan perjalanan mudik ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Timur.

"Kalau tidak dipasang stiker maka ada sesuatu yang kurang tetapi bukan secara prinsip, misalnya bannya vulkanisir, lampu rem dan juga wiper," jelas Dadang.

Mengenai tarif Dadang mengatakan selama ini tidak ada keluhan dari penumpang karena ada tarif batas atas dan bawah untuk ekonomi, tetapi untuk VIP diberikan kepada mekanisme pasar.

"Sejauh ini tidak ada masalah semuanya masih bisa diterima masyarakat," ujarnya.

Terminal Jatijajar di Kota Depok Jawa Barat ini merupakan baru pertama kali untuk mengangkut pemudik sejak di September 2018.

Dadang mengatakan sekarang tidak ada bus yang ada di pool-pool apalagi yang "ngetem" di jalan raya untuk megangkut penumpang semuanya harus masuk terminal Jatijajar.

Dadang mengatakan saat ini telah menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini BPTJ, pemerintah kota hanya membantu terkait dengan pengamanan area terminal.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan rerute angkutan kota yang akan sampai ke Terminal Jatijajar, untuk memudahkan akses warga menuju terminal.
 

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar