Urine sopir mudik gratis diperiksa BNK Tangerang

id dedi sutardi,Kepala BNK Kabupaten Tangerang,sopir dan kenek,tes urine,mudik

Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang, Banten, Dedi Sutardi. (FOTO ANTARA/Adityawarman)

Tangerang (ANTARA) - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang, Provinsi Banten, telah memeriksa urine ratusan sopir dan kondektur bus dalam program mudik gratis 2019.

"Alhamdulilah, semua sopir dan kenek bus tidak ada yang menggunakan narkoba dan dinyatakan negatif hasil pemeriksaannya," kata Kepala BNK Tangerang, Dedi Sutardi di Tangerang, Sabtu.

Dedi mengatakan pemeriksaan urine tersebut melibatkan aparat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan instansi terkait lainnya.

Masalah tersebut sehubungan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memberangkatkan sebanyak 7.670 pemudik gratis Lebaran 2019 ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Namun bus tersebut diberangkatkan secara bertahap sehingga total sebanyak 106 unit untuk ke berbagai jurusan.

Dalam program itu, Pemkab Tangerang menyediakan 13 bus dan 10 truk dan selebihnya merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Program tersebut bertajuk "Mudik, Asyik dan Lancar" itu diberangkatkan secara simbolis dari halaman kantor Pusat Pemerintahan di Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Sedangkan Pemkab Tangerang juga menyiapkan 10 truk ukuran besar yang dapat menampung sekitar 450 unit sepeda motor.

Salah satu tujuan mudik gratis tersebut, katanya, agar tidak menggunakan sepeda motor ketika pulang ke kampung halaman dengan alasan untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya.

Dedi menambahkan dari 106 unit armada tersebut, maka pemeriksaan urine lebih dari 120 sopir karena masing-masing bus ada yang memiliki sopir cadangan.

Pemeriksaan tersebut dengan tujuan agar selama dalam perjalanan pemudik merasakan aman dan nyaman serta selama sampai di kampung halaman.

"Jika pengemudi penguna narkoba, maka dikhawatirkan keselamatan penumpang akan menjadi terganggu," katanya.

Sedangkan pemeriksaan itu melalui tiga tahap dan bila dicurigai urine sopir diperiksa mengunakan alat pendeteksi narkoba.

Pihaknya tidak menginginkan bila sopir penguna narkoba atau menenggak minuman keras, maka tidak ada jaminan keselamatan saat mengendara, ini sangat membahayakan.

Baca juga: Ribuan pemudik gratis dilepas Bupati Tangerang

Baca juga: Dishub Tangerang: pemudik sepeda motor jangan bawa muatan berlebih

Pewarta : Adityawarman(TGR)
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar