Kapolres Depok imbau pemudik waspada orang baru dikenal

id kapolres depok,pemudik,dishub depok,dadang wihana,Mudik Lebaran 2019,Idul Fitri 1440H,Info Mudik,ramadhan,tradisi lebaran,arus mudik,arus balik

Kapolres Depok imbau pemudik waspada orang baru dikenal

Kapolres Kota Depok Kombes Pol Didik Sugiyarto bersama Kadishub Depok Dadang Wihana (Kanan) ketika memeriksa bus di Terminal Jatijajar Depok.(Megapolitan.antaranews.com/Foto: Feru Lantara)

Depok (ANTARA) - Kapolres Kota Depok Kombes Pol Didik Sugiyarto mengimbau kepada para pemudik untuk tetap waspada adanya tindak kriminal terutama kepada orang yang baru dikenalnya dalam perjalanan mudik.

"Bisa saja orang yang baru dikenalnya memanfaatkan kelengahan pemudik untuk melakukan tindak kriminal," kata Didik di Depok, Sabtu (1/6).

Menurut dia, orang yang baru dikenal itu bisa saja menawarkan minuman atau makanan membuat pemudik ini pingsan sehingga bisa menguras harta yang dibawanya.

"Makanan atau minuman harus bawa sendiri agar terhindar dari bahaya yang mengancam dirinya," katanya menyarankan.

Kapolres juga mengimbau kepada pemudik agar bisa berkoordinasi dengan petugas keamanan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan keselamatan dirinya. "Kami siap membantu jika memang dibutuhkan untuk menjaga keamanan," ujarnya.

Didik juga mengimbau kepada pemudik untuk memperhatikan barang-barang bawaannya sehingga tidak memberikan kesempatan kepada orang untuk melakukan tindak kriminal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan puncak arus mudik di terminal Jatijajar akan terjadi pada dua hari yaitu Jumat dan Sabtu.

Sebanyak 2.823 pemudik diberangkatkan dari Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, dengan menggunakan 214 bus selama dua hari terakhir ini (Rabu dan Kamis).

Ia mengatakan bus sudah laik jalan akan distempel oleh Dishub sebagai tanda bus tersebut memang benar-benar dalam kondisi baik untuk melakukan perjalanan mudik ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Timur.

"Kalau tidak dipasang stiker maka ada sesuatu yang kurang tetapi bukan secara prinsip, misalnya bannya vulkanisir, lampu rem dan juga wiper," jelas Dadang.

Mengenai tarif, Dadang mengatakan selama ini tidak ada keluhan dari penumpang karena ada tarif batas atas dan bawah untuk ekonomi, tetapi untuk VIP diberikan kepada mekanisme pasar.

"Sejauh ini tidak ada masalah semuanya masih bisa diterima masyarakat," ujarnya.

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar