Pemkab gandeng Ketua FKUB bangun toleransi antarmanusia di Banggai

id Banggai,Luwuk,FKUB,Idul Fitri,MUI

Ketua FKUB Sulteng Prof Dr H Zainal Abidin MAg menyampaikan ceramah di salah satu kesempatan, belum lama ini. (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menggandeng Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng Prof Dr KH Zainal Abidin MAg untuk menyampaikan hikmah Ramadhan serta Idul Fitri yang berkaitan dengan pembangunan toleransi untuk kerukunan antarsesama manusia di Banggai.

Pemkab Banggai menggelar shalat idul fitri 1440 Hijriah di Kota Luwuk, ibu kota kabupaten tersebut, Rabu. Zainal Abidin bertindak sebagai khatib Idul Fitri dengan judul 'menghormati perbedaan memantapkan persatuan dan toleransi dalam kebhinekaan'.

Ketua MUI Kota Palu itu mengatakan Islam sangat menganjurkan umatnya untuk membangun kehidupan yang harmoni melalui toleransi sosial dengan memperbaiki hubungan bertetangga.

Ia menyebut tetangga adalah orang yang pertama kita tuju, tatkala kita membutuhkan bantuan. "Bertetangga adalah menjalin hubungan sosial kemasyarakatan dan itu ada prinsip-prinsip universalnya yaitu tolong menolong tanpa pamrih dan tidak saling mengganggu, itu pulalah yang menyebabkan Islam bisa diterima dan tumbuh di tengah-tengah populasi mayoritas nonmuslim, mereka bisa hidup damai dan saling menolong antar-tetangga, antar suku serta antariman."

"Karena itu langkah awal terciptanya toleransi sosial adalah dengan memperbaiki hubungan bertetangga, dari hal yang kecil, berbagi makanan dengan niat ikhlas dan kejujuran sikap. Dan itu secara universal dianjurkan oleh ajaran agama-agama dunia," kata Rois Syuria NU Sulteng itu.

Nabi dan para sahabatnya memberi contoh yang begitu agung dan indah. Hubungan antar umat beragama berada pada tataran hubungan sosial kemasyarakatan tidak memasuki wilayah akidah karena tiap-tiap agama punya garis batas untuk wilayah akidah ini.

Begitu pula dalam Islam, urai dia, ada pembeda dan itu perlu dihormati dengan cara tidak dicampuradukkan yang mengakibatkan disharmaoni. Islam punya prinsip yang jelas, ”lakum dienukum waliyadiyn” bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

"Soal kepercayaan adalah soal masing-masing dan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan di akhirat kelak, tugas kita adalah berupaya agar harmoni tetap terjaga dan kerukunan dapat ditumbuh kembangkan," katanya.

Salah satu sifat yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. sebagai pengejawantahan dari misi kerahmatan yang diemban oleh beliau adalah sikap toleransi, dan sebagai umat Muhammad, kita adalah penerus pengemban misi tersebut, katanya.

Baca juga: Khotib ajak umat islam Jayapura cinta tanah air

Baca juga: Hujan lebat warnai salat Id di Ambon

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar