Tokoh muda Trenggalek dukung Polri ungkap dalang kericuhan 22 Mei

id Tolak kerusuhan, cinta damai, NKRI harga mati, pemilu presiden, kemananan negara, otak kerusuhan 22 Mei, trenggalek

Wabup Trenggalek periode 2005-2010 Mahsun Ismail (Ist)

Trenggalek, Jatim (ANTARA) - Sejumlah tokoh muda di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kinerja Polri dalam mengungkap dalang kericuhan 22 Mei di Jakarta, hingga ke akar-akarnya.

Suara-suara dukungan itu disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dari jaringan NU serta komunitas medsos (warganet) di Trenggalek, seperti Wakil Bupati Trenggalek periode 2005-2010, Mahsun Ismail dan Ketua Umum Informasi Seputar Trenggalek (IST) Bambang Puji Susilo, Selasa.

"Kami selaku masyarakat Trenggalek sangat mendukung, jika aparat kepolisian maupun TNI, bertindak tegas terhadap siapapun yang mencoba membuat kericuhan di negara Indonesia," ucap Mahsun Ismail dikonfirmasi terkait langkah Polri dalam membeber dalang kericuhan 22 Mei di Jakarta.

Ia menegaskan masyarakat Trenggalek cinta damai dan mendukung keutuhan NKRI dalam bingkai demokrasi.

Dia mengatakan, masyarakat Trenggalek sebagaimana rakyat Indonesia di berbagai daerah lain, tidak menghendaki ada hal-hal yang merusak apa yang sudah berlaku serta berjalan baik di negeri ini.

"Kami dukung TNI dan Polri untuk melaksanakan amanat Undang-undang Dasar 1945 dengan sebaik-baiknya dan setegas-tegasnya demi tetap menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Bagi Mahsun, sebagaimana juga bagi masyarakat Trenggalek yang mayoritas Nahdliyin, NKRI merupakan harga mati.

"Semua demi menjaga ketenteraman, kedaulatan, dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.

Tak sekadar membuat pernyataan sikap. Mahsun yang ditokohkan di daerahnya ini juga memastikan bahwa masyarakat di Trenggalek siap membantu aparat keamanan dalam mengamankan dan menjaga ketenteraman negara dari rongrongan perusuh yang ingin menciptakan instabilitas politik dan mengganggu keamanan negara.

"Terus ungkap dan tindak tegas setiap perusuh hingga ke akar-akarnya. Termasuk otak dan penyandang dana yang terlibat dalam peristiwa kericuhan 22 Mei di Jakarta. Jangan sampai ini dibiarkan dan upaya makar itu kembali berulang," katanya.

Suara dukungan juga disampaikan Ketua IST Bambang Puji Susilo, yang aktif mendorong komunitas warganet untuk menggunakan media sosial secara cerdas.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Marilah kita hormati proses hukum selanjutnya dan juga menghormati terhadap kinerja penyelenggara pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu yang selama ini sudah bekerja maksimal, bekerja baik dalam menyenggarakan pemilu. Jika ada hal-hal yang sekiranya ada unsur ketidakpuasan, maka bisa melanjutkan ke jalur hukum," katanya.

Bambang juga menegaskan dukungannya kepada Polri dan TNI.

"Kami atas nama seluruh komunitas 'netizen' (warganet) selalu mendukung Polri dan TNI untuk menindak tegas terhadap perusuh dan menolak kekerasan, serta mendukung Indonesia cinta dan damai. Kami menolak aksi kerusuhan dan kami cinta kedamaian," katanya.


Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar