Ini anomali pemudik manfaatkan tol

id Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setyadi, anomali pemudik, jalan tol

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, menjawab pertanyaan wartawan usai menjadi narasumber dalam agenda Evaluasi Mudik Lebaran di Kantor Staff Kepresidenan Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (19/6/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, mengungkapkan anomali pemudik saat berlangsungnya Lebaran 2019 sebagai dampak positif dari pembangunan infrastruktur jalan tol oleh pemerintah.

"Ada anomali masyarakat dengan adanya infrastruktur baru jalan tol. Sebab pada hari H+1 Lebaran masih terjadi peningkatan jumlah perjalanan pemudik," katanya dalam agenda Evaluasi Mudik 2019 di Kantor Staf Kepresidenan Bina Graha, Istana Presiden, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, situasi itu salah satunya nampak pada pergerakan kendaraan yang keluar dari gerbang tol Cikampek mengarah ke Merak yang meningkat jumlah pemudik berkisar 12 persen dari periode yang sama pada 2018.

Bila biasanya masyarakat pada hari Lebaran melangsungkan sholat Ied dan berkumpul di rumah bersama keluarga besar, namun dia menilai pada tahun ini sebagian besar mereka justru melakukan perjalanan mudik via jalan tol ke sejumlah daerah seperti Cirebon, Kuningan, dan Indramayu.

"Bahkan banyak juga masyarakat yang melakukan perjalanan keluar Jakarta maupun ke arah Jakarta sebanyak 8,11 persen peningkatannya dari tahun lalu. Artinya ada perubahan perilaku masyarakat," katanya.

Menurut dia, hal itu juga tidak lepas dari jadwal libur kerja yang ditetapkan pemerintah di mana agenda mudik berlangsung selama tujuh hari, namun arus balik berlangsung selama tiga hari.

Pemudik yang memanfaatkan sisa waktu libur itu memilih perjalanan jarak dekat ke rumah kerabatnya.

"Malam hari saya tanya salah satu keluarga yang melakukan perjalanan dari Bogor, Sukabumi, Jakarta. Mereka ambil jarak pendek Cirebon, Kuningan Indramayu berangkat sore, besok pulang lagi," katanya.

Bila dirinci secara keseluruhan, kata dia, jumlah pemudik pada Lebaran 2019 mengalami penurunan jumlah sekitar 260.408 penumpang angkutan darat, udara, laut, maupun kereta api dibandingkan periode 2018.

"Jika ditotal realisasi data pemudik 2019 berjumlah 19.585.377 penumpang atau berkurang sekitar 260.408 penumpang dari 2018 sebanyak 19.845.785 penumpang," ujarnya.

Baca juga: Evaluasi: arus mudik dan balik Lebaran di Sulteng lancar

Baca juga: Ketika mudik udara tak lagi jadi pilihan

Baca juga: Pemudik di Terminal Induk Bekasi turun sembilan persen

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar