PGI menyeru seluruh elemen bangsa bersatu setelah putusan MK

id persekutuan gereja indonesia,putusan mk,sengketa pilpres,sidang sengketa pilpres,mahkamah konstitusi,sengketa pemilu,perselisihan pilpres

Arsip Foto. Sejumlah warga membentangkan bendera Merah-Putih dalam Festival Damai di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2019). Polda Metro Jaya menggelar kegiatan tersebut untuk merajut persatuan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

Jakarta (ANTARA) - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyeru seluruh elemen bangsa bersatu setelah Mahkamah Konstitusi membacakan putusan perkara sengketa pemilihan presiden 2019.

"Saatnya semua elemen bangsa, di tengah perbedaan pilihan politik, untuk bersatu menyambut kehadiran Bapak Joko Widodo dan Bapak KH Ma'ruf Amin untuk dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada Oktober yang akan datang," kata Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, termasuk pendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi yang sifatnya final.

Gomar juga mengimbau kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden serta elite politik yang mendukung mereka sama-sama berusaha meneduhkan suasana dengan menunjukkan persahabatan dan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

"Saatnya para elite bangsa ini menunjukkan keteladanan berupa kedewasaan berpolitik di tengah-tengah masyarakat yang sempat terpolarisasi akibat kontestasi pilpres lalu," kata dia.

Ia mengajak seluruh masyarakat memetik pelajaran berharga dari pengalaman selama dan sesudah pemilihan presiden dengan segala dinamika dan permasalahannya.

"Sebagai bangsa yang bermartabat, kita harus terus menyempurnakan proses-proses demokratisasi yang kita tempuh seraya semakin memperteguh komitmen kebangsaan kita," kata dia.

Baca juga:
MK tolak seluruh permohonan Prabowo-Sandi
Prabowo: Kami hormati hasil MK
Jokowi: sudah tidak ada lagi 01 dan 02

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar