Walhi berharap cagub Sulteng berkomitmen lestarikan lingkungan

id Walhi Sulteng,Pilkada Sulteng,lingkungan,banjir

Foto udara jalan trans sulawesi terendam banjir bandang di Kecamatan Asera, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/6/2019). Akibat intensitas hujan tinggi menyebabkan Sungai Lasolo meluap dan menyebabkan banjir bandang, sementara pihak BPBD Kabupaten Konawe Utara mencatat sebanyak 1.054 unit rumah di 28 desa di 6 kecamatan terendam banjir dengan jumlah pengungsi sebanyak 4.809 jiwa. Untuk sementara jalan trans sulawesi terputus yang menghubungkan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/Oheo/Jjn/hp)

Palu (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengharapkan calon-calon gubernur Sulteng ke depan merupakan para tokoh yang memiliki komitmen untuk melestarikan lingkungan dan hutan serta mencegah deforestasi sebagai bentuk perlindungan terhadap lingkungan.

"Bagi kami, pemimpin atau kepala daerah ke depan adalah mereka yang memiliki komitmen yang kuat terhadap pelestarian lingkungan," kata Manajer Kampanye Walhi Sulteng, Stevandi, di Palu, Selasa.

Baca juga: Walhi : Banjir Morowali Utara disebabkan masifnya perambahan hutan

Menurut dia, bencana alam berupa banjir bandang dan longsor, yang terjadi di beberapa kabupaten di Sulteng pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi, menandakan buruknya kulitas lingkungan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya bencana banjir yang merusak permukiman warga serta sarana umum berupa jalan dan jembatan karena adanya perubahan fungsi lahan yang berujung pada degradasi lingkungan.

Baca juga: LSM: Evaluasi keberadaan tambang di Morowali demi cegah bencana

Bagi WALHI Sulteng, kata Stevandi, sejauh ini para tokoh yang digadang-gadang akan bertarung pada Pilgub Sulteng 2020, belum ada yang secara terang-terangan menyatakan komitmen terhadap penyelamatan lingkungan.

"Sementara kita semua butuh keberlangsungan hidup dan kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik tentu salah satunya didukung oleh kualitas lingkungan yang baik," kata dia.

Ia mengatakan pertarungan dalam memperebutkan kursi kepala daerah di Sulteng, pada momentum Pilkada 2020, akan menjadi era baru dalam upaya perbaikan tata kelola sektor sumber daya alam. Publik memiliki harapan besar terhadap perbaikan itu.

"Namun, di sisi lain pesta itu justru akan mengkhawatirkan, karena sejauh ini investasi sektor sumberdaya alam perkebunan sawit, pertambangan dan lainnya akan menjadi faktor penting," katanya.

Pascapemilu serentak 2019, kata dia, akan dilangsungkan pesta demokrasi Pilkada Sulteng 2020. Pemilihan gubernur dan wakil gubernur masuk dalam agenda pesta tersebut yang prosesnya di mulai sekitar Juli 2020.

Beberapa nama tokoh politik, tokoh agama, dan guru besar mulai di gadang-gadang akan bertarung pada Pilkada Sulteng 2020. Mereka antara lain Bendahara Umum DPP NasDem Ahmad M Ali, Rusdi Mastura, Prof Dr Kh Zainal Abidin MAg, Nurmawati Dewi Bantilan, Prof Dr M Basir Cyio, Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu), M Hidayat Lamakarate.

Selain kursi gubernur dan wakil gubernur, pesta demokrasi juga akan dilangsungkan untuk beberapa kabupaten/kota di Sulteng, antara lain Kota Palu serta Kabupaten Sigi, Buol, dan Tolitoli.

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar