12 hektare kebun sawit di Nagan Raya Aceh terbakar

id Kebakaran lahan,Kelapa sawit,Nagan Raya,Pemerintah Aceh,Provinsi Aceh

12 hektare kebun sawit di Nagan Raya Aceh terbakar

Sejumlah petugas termasuk TNI/Polri terlibat langsung dalam mengupayakan pemadaman di perkebunan sawit milik PT Fajar Bayzuri di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Selasa (2/7). Foto: BPBD Nagan Raya

Banda Aceh (ANTARA) - Dua belas hektare  kebun kelapa sawit di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Selasa , terbakar termasuk empat hektare milik PT Fajar Bayzuri.

"Ada 12 hektare lahan sawit yang terbakar di dua gampong terdiri dari, yakni di Kuala Tripa delapan hektare dan Cot Mee empat hektare," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh.

Ia mengklaim, petugas pemadam kebakaran kini sedang berupaya memadamkan titik api, setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nagan Raya mengerahkan dua unit mesin pompa air, dan tiga unit mesin pompa air milik PT Fajar Bayzuri.

Unsur dari TNI/Polri dan warga setempat juga ikut membantu pemadaman kebakaran, selain mereka bersiaga di sekitar lokasi kebakaran terutama di lahan kering demi mencegah timbulnya titik api yang baru.

"Kondisi terkini Gampong Kuala Tripa sebagian titik api sudah dapat dipadamkan, sedangkan Gampong Cot Mee sendiri sedang dilakukan upaya pemadaman," katanya.

Ia mengaku, informasi karhutla dari laporan warga pada Senin (1/7) sekitar pukul 17.00 WIB dan petugas langsung mengupayakan pemadaman.

"Namun api dengan cepat merambat ke lahan kering akibat musim kemarau, dan kencangnya angin berhembus. Tapi tak ada korban jiwa dan korban terdampak dalam peristiwa ini," tutur Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh telah memperkirakan, angin kencang bakal terus melanda hampir seluruh wilayah di provinsi ini hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad, mengatakan, rata-rata kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 50 kilometer per jam baik siang maupun malam hari.

"Kecepatan angin ini bisa meningkat hingga dua kali lipat, dan bahkan lebih akibat cuaca buruk yang timbul dari awan Cumulonimbus," katanya.

Pewarta : Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar