Adhyaksa bantah ingin jadi wagub DKI pengganti Sandiaga

id cawagub dki

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Adhyaksa Dault di Puri Cikeas Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). (M Fikri Setiawan)

Jakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault membantah jika dirinya berkeinginan mencalonkan diri sebagai wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno, seperti yang disampaikan Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Lu aja yang jadi wagub DKI bro,” kata Adhyaksa mengutip pernyataan Prasetio kepada Antara, Selasa.

Adhyaksa mengatakan dia tidak menanggapi serius pernyataan dalam obrolan sesama anak Jakarta itu. Menurut dia, banyak orang-orang yang dapat bekerja lebih baik melebihi dirinya.

“Terkadang bunga-bunga obrolan itu yang ramai di media,” ujarnya.

Baca juga: PKS: Gubernur DKI terima siapa saja wakilnya

Adhyaksa menjelaskan pertemuannya dengan Prasetio karena ingin menanyakan bagaimana kelanjutan proses pemilihan dua bakal Cawagub DKI Jakarta yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Adhyaksa menuturkan kedekatannya dengan Prasetio telah dirajut sejak lama hingga sama-sama menjadi aktivis pemuda.

“Waktu saya Ketua KNPI DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi adalah Wakil ketua KNPI DKI. Obrolan kami merupakan nostalgia sesama mantan aktivis pemuda,” kata Adhyaksa.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan bahwa mantan Menpora Adhyaksa Dault berminat mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta saat kunjungan Adhyaksa ke rumah dinasnya, Senin (1/7).

Baca juga: Anies kerepotan belum adanya Wagub DKI

"Adhyaksa Dault tadi ke rumah saya pertama silaturahmi, dia juga rekan saya, teman saya. Kedua, beliau juga ingin mencoba (wagub)," ujar Prasetio.

Ditanya soal kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang masih kosong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk mengikuti Pemilihan Presiden 2019, Prasetio mengatakan telah menerima banyak nama calon wakil gubernur.

Sementara itu, PKS merupakan koalisi Partai Gerindra saat mengusung pasangan gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta  2017. Saat ini, PKS telah memasukkan dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaiku.

Baca juga: DPRD wajib pilih salah satu cawagub DKI dalam Rapat Paripurna


Pewarta : Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar