Sekjen Kemenag jadi narasumber kuliah tamu nasional di IAIN Palu

id IAIN PALU,Kemenag

Sekjen Kemenag RI Muhammad Nur Kholis, Rektor IAIN Palu Prof Sagaf Pettalongi MPd, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke, di IAIN Palu, Rabu. (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Prof Dr Muhammad Nur Kholis Setiawan menjadi pembicara utama (narasumber) dalam kuliah tamu nasional yang di gelar oleh Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, di kampus tersebut, Rabu (3/7) sore.

Prof Nur Kholis Setiawan menyampaikan materi tentang pendekatan multidisiplin dan transdisiplin dalam kajian-kajian Islam, yang di hadiri oleh pejabat dan dosen serta mahasiswa strata dua dan tiga di lingkungan kampus tersebut.

Nur Kholis menjelaskan bahwa prinsip keilmuan ke-Islaman memiliki lima karakter yaitu keterbukaan, limitasi atau batasan-batasan, nalar kritis, moralitas, sains atau pengembangan ilmu. Dalam kajian studi ke-Islaman, kiblat dari studi itu bukan berada di dunia bagian barat (eropa dan amerika). Melainkan, kiblatnya di timur.

Salah bila kajian keislaman dan pengembangan ke-Islaman berkiblat ke barat. Karena sumber yang kita miliki dari timur tidak tertandingi," kata Nur Kholis.

Dia memberikan gambaran bahwa keilmuan ke-Islaman tidak terlepas dari tokoh-tokoh atau ulama-ulama sebelumnya dalam kajian-kajian studi tersebut.

Ulama, kata dia, memberikan budaya menulis yang sangat baik. Ulama-ulama sebelumnya memiliki budaya dan kemampuan menulis dan sedikit berbicara atau ceramah. Hal itu sebagai bentuk warisan atas karya keilmuan untuk generasi sesudah ulama-ulama tersebut.

"Kemudian  keilmuan ke-Islaman juga mengajarkan tentang rendah hati, moralitas dan intelektual. Namun dalam kerendahan itu berjalan sejalan dengan upaya pembaruan yang di lakukan. Pembaharuan dilakukan untuk mempermudah masyarakat membaca dan mengikuti pengembangan keilmuan," katanya.

Keilmuan ke-Islaman juga memberikan ciri tentang keterbukaan. Karena itu, ilmuan muslim harus siap berdialog, di kritik dan seterusnya atas pandangan dan karyanya.

Prinsip dasar keilmuan Islam adalah terbuka, jadi tidak ada dalam kajian Islam modelnya sembunyi-sembunyi," kata Nur Kholis.
Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd menyampaikan sambutan dalam kuliah tamu dengan narasumber Sekjen Kemenag RI Prof Dr Muhammad Nur Kholis Setiawan, yang di gelar oleh Pascasarjana IAIN Palu, Rabu. (Antaranews/Muhammad Hajiji)


Sementara itu Rektor IAIN Palu Prof Dr KH Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan kuliah tamu nasional oleh Sekjen Kemenag RI Prof Muhammad Nur Kholis banyak memberikan pencerahan, utamanya terkait multidisiplin dan transdisiplin terkait kajian keislaman.

Kepada Sekjen Kemenag, Prof Sagaf Pettalongi juga melaporkan tentang upaya rehabilitasi dan rekonstruksi kampus yang di pimpinnya.
Sekjen Kemenag RI Muhammad Nur Kholis Setiawan, menjadi pembicara pada kuliah tamu yang di gelar oleh Pascasarjana IAIN Palu, Rabu. (Antaranews/Muhammad Hajiji)


"Upaya pemulihan rehabiltasi dan rekonstruksi terus di laksanakan," katanya.

Prof Sagaf Pettalongi juga melaporkan bahwa sekitar 54 kelas di enam gedung kuliah telah siap untuk di gunakan untuk proses belajar mengajar pascabencana tsunami.

Pakar Managemen Pendidikan itu juga menyampaikan bahwa rekonstruksi lainnya saat ini sedang dalam proses, misalkan proyek yang di biayai oleh ADB, saat ini masih dalam menyusun DED hingga Desember 2019. Proyek ADB untuk IAIN Palu akan di mulai pembangunan fisik sekitar Juni dan Juli 2020.

Baca juga: Rektor : konsep washatiyah bendung millenial Islam dari radikalisme
Baca juga: Mahad Aljamiah IAIN Palu jadi tempat pembentukan intelektual muslim
Baca juga: IAIN Palu menuju kampus unggul dengan intelektual Muslim moderat


 

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar