Presiden jelaskan target dan harapan pembangunan Tol Manado-Bitung

id pembangunan tol manado-bitung,kawasan ekonomi khusus bitung,presiden jokowi

Presiden Joko Widodo meninjau pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (5/7). (Desca Lidya Natalia)

Bitung (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pembangunan Tol Manado-Bitung dapat memicu pertumbuhan pariwisata dan industri di provinsi Sulawesi Utara.

"Tol ini bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa nanti ke industri. Nah pariwisata nanti yang di Pulau Lembeh. Itu nanti menjadi titik pariwisata baru di Bitung," kata Presiden Jokowisaat meninjau pembangunan tol Manado-Bitung, Minahasa Utara, Jumat.

Jalan tol sepanjang 39 kilometer ini akan menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung. Proyek tersebut dibagi menjadi dua tahap yakni Seksi 1 Manado – Airmadidi sepanjang 14 kilometer dan seksi 2 Airmadidi – Bitung sepanjang 25 kilometeri.

Saat ini Seksi 1 sudah selesai 90,65 persen, sedangkan Seksi 2 selesai 41,61 persen dengan target operasi Seksi 1 pada 2019 dan Seksi 2 pada 2020.

"Ini untuk men-trigger' pertumbuhan ekonomi di Bitung, KEK (kawasan ekonomi khusus) di Bitung berkembang karena tanpa itu, sulit," ungkap Presiden Jokowi.

Proyek tersebut diharapkan mendukung peningkatan lalu lintas pada rute Manado – Bitung, mendukung sektor wisata serta pertumbuhan ekonomi di Manado, Minahasa Utara dan Bitung. Jalan tol itu juga akan menjadi jalan akses utama ke KEK Bitung dan Pelabuhan Hub Internasional Bitung yang akan dibangun

"Ini Tol Manado-Bitung, lapangannya masih kurang 13 kilometer yang pembebasan, tapi proses berjalan, ini memang tadi sudah saya perintahkan kerja sama ke dirut untuk diselesaikan," tambah Presiden.

Dengan adanya kendala 13 kilometer lahan tersebut, maka Presiden menargetkan proyek tersebut selesai Maret-April 2020.

Tidak ketinggalan, pemerintah pun sudah merencanakan pembuatan jembatan Bitung-Pulau Lembeh sepanjang satu kilometer.

"Jembatan sudah sudah dianggarkan, kan saya sudah ngomong 2020 sudah dimulai, kok masih tanyakan lagi anggarannya. Itu Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang jelaskan," ungkap Presiden Jokowi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa Jembatan Bitung-Pulau Lembeh dianggarkan berbiaya Rp500 miliar. "(Pembangunan jembatan Lembeh) mulai 2020, biayanya ada Rp500 miliar," katanya.

Namun terkait kapan biaya untuk pembangunan infrastruktur itu bisa balik modal, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah tidak boleh menghitungnya.

"Pemerintah tidak boleh menghiitung kembaliannya kapan. Jasa Marga pasti menghitung return of investmentnya kapan pasti dihitung semuanya, internal rate of return-nya berapa pasti dihitung semuanya," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi janjikan perbaikan kawasan wisata Sulut rampung 2020

Baca juga: Pembenahan Bunaken, Presiden Jokowi ingin didesain dengan baik


 

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar