Sulut kembangkan hutan mangrove jadi destinasi wisata

id bakau,mangrove ,sulut

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (1)

Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan, pemerintah daerah mengembangkan hutan mangrove sebagai salah satu destinasi wisata di provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu.

"Ini (hutan mangrove) apabila dikembangkan, ditata dan ditunjang dengan infrastruktur pendukung kami optimistis dapat menjadi salah satu destinasi wisata di daerah ini," kata Gubernur Olly saat penanaman mangrove di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Selasa.

Penanaman mangrove di wilayah pesisir Bunaken ini diinisiasi Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja).

"Pemerintah provinsi memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan OASE Kabinet Kerja dalam rangka pelestarian wilayah laut dan pesisir," kata Olly.

Program OASE Kabinet Kerja di wilayah pesisir Sulut ini, tidak hanya program Gerakan Nasional Peduli Mangrove tetapi juga dibarengi dengan pemulihan Daerah Aliran Sungai dan Kampung Hijau Sejahtera.

Menurut Gubernur, pada acara tersebut dilakukan penanaman sebanyak 5.000 pohon mangrove serta penebaran 300 ekor benih ikan kerapu.

Upaya yang dilakukan ini akan terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi ekosistem laut yang lebih baik.

Gubernur menambahkan Sulut mempunyai 18.439,75 hektare luas area terumbu karang, namun sangat disayangkan seluas 8.325,51 hektare di antaranya mengalami kerusakan akibat proses alam dan ulah manusia sendiri.

"Adalah tugas kita semua menjaga anugerah dari pencipta alam semesta ini untuk generasi kini dan generasi yang akan datang, dan sudah sepatutnya kita melakukan pengelolaan lingkungan hidup dengan bijaksana,” ujar Olly.

Dia berharap keindahan, kekhasan, serta keanekaragaman kawasan hutan mangrove diharapkan mampu menarik minat wisatawan.*

Baca juga: OASE Kabinet Kerja tanam mangrove di Pantai Tiram Padang Pariaman

Baca juga: Pemkab Siak tanam 1.000 bibit mangrove atasi abrasi

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar