DMI minta umat Islam rukun dan solid

id Syafrudin, DMI,ormas islam,umat islam,kerukunan

Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafrudin memberikan keterangan pers kepada media di Kantor Pusat DMI di Jakarta, Rabu (10/7/2019). ANTARA/Katriana/am.

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafrudin mengajak umat Islam untuk rukun dan membangun soliditas, terutama terhadap sesama umat, demi menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

"Umat islam ini harus rukun membangun bangsa ini," katanya usai memimpin rapat harian DMI di Kantor Pusat DMI di Jakarta, Rabu.

Bangsa Indonesia, kata dia, memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang besar.

Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh anak bangsa, tidak hanya satu kelompok saja, untuk bersama-sama mengelola dan membangun bangsa.

"Apapun perbedaanya, apapun sukunya, agamanya, apapun pilihan politiknya sekalipun, tapi bangsa ini harus bersatu," imbuh dia.

Selain itu, dia juga mengatakan, bahwa Indonesia pada 2045 diproyeksikan akan bergabung di antara lima negara terbesar di dunia.

Karena itu, dia sekali lagi menegaskan kewajiban seluruh masyarakat, terutama umat Islam, untuk menjaga kerukunan dan bersatu padu membangun bangsa.

Syafrudin menyampaikan imbauan tersebut usai menggelar rapat harian DMI yang membahas rencana dewan pengurus untuk menyelenggarakan seminar bertema Islam rahmatan lil alamin yang akan digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta pada 17 Juli 2019, sekitar pukul 09.00 WIB.

Seminar tersebut direncanakan akan digelar bersamaan dengan Milad DMI yang ke-46. Seminar tersebut, kata dia, akan dihadiri seluruh perwakilan ormas Islam, termasuk juga tokoh-tokoh keagamaan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Baca juga: Pemerintah-ormas Islam capai kesepakatan soal bendera tauhid
Baca juga: Dewan Masjid Indonesia akan gelar seminar Islam Rahmatan Lil Alamin
 

Pewarta : Katriana
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar