Soal robohnya bangunan kampus IAIN Ambon, Kemen-PUPR beri rekomendasi

id Longsor IAIN Ambon,rekomendasi,Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),Eko Win

Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM meninjau gedung pusat Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang rusak akibat adanya pergerakan tanah di kawasan kampus IAIN, Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Jumat (14/6/2019). Pergerakan tanah yang terjadi sejak Senin (3/6/2019) tersebut pada awalnya merusak gedung Pusat Perpustakaan, namun kini telah mengakibatkan sejumlah bangunan lainnya rusak yakni gedung Auditorium, gedung Laboratorium MIPA dan gedung generator di kawasan yang sama. ANTARA FOTO/izaac mulyawan/pras.

Ambon (ANTARA) - Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan rekomendasi terkait pergeseran tanah yang mengakibatkan robohnya sejumlah bangunan di kompleks kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Provinsi Maluku, di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau.

Rekomendasi yang ditandatangani Kepala PSDA Kementerian PUPR, Prof Dr  Ir Eko Winar Irianto, di Ambon, Rabu, berisi sejumlah saran dan masukan yang perlu dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku, pihak perguraan tinggi tersebut bersama pihak terkait lainnya.

Rekomendasi yang dikeluarkan tersebut di antaranya meminta pihak rektorat, konsultan pelaksana, dan kontraktor pelaksana untuk tidak membangun kembali gedung perpustakaan dan gedung auditorium IAIN Ambon pada lokasi yang sama.

"Tetapi apabila akan membangun kembali pada lokasi yang sama, maka harus dilakukan penyelidikan geoteknologi secara komprehensif dan perlu dipastikan stabilitas lerengnya," kata Eko Winar Irianto.

PSDA juga mendesak dilakukan pegangkatan (removal) gedung yang sudah runtuh secara struktural secara hati-hati menggunakan metode penghancuran yang tidak menimbulkan getaran atau pun dampak.

"Penghancuran gedung ini bertujuan mengurangi beban pada bidang gelincir guna mengurangi potensi longsor susulan," ujarnya.

PSDA juga mengingatkan langkah mendesak dan atau darurat yang diperlukan, yakni menutup kawasan terdampak dari kegiatan atau aktivitas akademik dan manusia.

Terkecuali, kata dia, untuk kegiatan terkait dengan penanggulangan bencana, namun dengan senantiasa waspada akan potensi longsor susulan yang mungkin terjadi setiap saat mengingat saat ini masih musim hujan.

Berbagai pihak juga diminta melakukan pengendalian aliran drainase kawasan agar tidak masuk ke zona longsor, dan segera menutup rekahan-rekahan yang terjadi pada sekitar lokasi longsor, maupun tempat lain dalam kawasan kampus dengan tanah liat dan dipadatkan dengan hati-hati secara manual atau tidak menggunakan alat berat, guna menghindari beban berlebih dari.

Selain itu, tidak mengusik atau mengangkat material longsoran pada bagian ujung bawah longsoran, serta memasang karung pasir di depan area gedung auditorium untuk mencegah aliran air bercampur tanah saat hujan melimpas sampai di jalan.

Rekomendasi lainnya, memasang ekstensometer sederhana untuk memantau dan mendeteksi gerakan tanah sebagai upaya peringatan dini guna pencegahan terjadinya korban, serta melakukan survei detail topografi dengan menggunakan drone untuk mengetahui geometri wilayah terdampak terkini.

Sedangkan menyangkut langkah antisipasi pembangunan gedung perkuliahan, PSDA meminta konsultan perencana dan kontraktor untuk segera memastikan bahwa tebing yang dipotong berikut kawasan di sekitarnya dalam kondisi stabil atau aman.

"Apabila diperlukan maka pengaman tebing harus segera dibangun terlebih dahulu sebelum pekerjaan pondasi telapak serta memastikan bahwa pelaksanaan pekerjaan galian tanah pemotongan tebing aman dengan menerapkan metode pelaksanaan yang tepat," ujarnya.

Sedangkan, rekomendasi tindaklanjut pemulihan yang dikeluarkan, yakni evaluasi secara detail dan menyeluruh stabilitas lereng sekitar bukit kawasan kampus, analisis curah hujan yang ada guna mengetahui ambang batas curah hujan akan terjadi sebagai upaya peringatan dini.

Selain itu, kata dia, melakukan studi atau penelitian kelayakan terhadap beberapa bangunan yang terindikasi terdampak dari longsor tersebut.

Rekomendasi lainnya, melakukan perkuatan tebing yang rawan longsor dengan upaya struktural seperti membangun bangunan penahan tebing, maupun melakukan perbaikan tanah dengan teknik "cement grouting" dan "chemical grouting" atau jenis lainnya serta penataan sistem drainase bawah permukaan di lokasi tersebut.

Sedikitnya empat gedung kampus IAIN Ambon rusak berat yakni gedung auditorium, gedung perpustakaan, gedung laboratorium matematika dan gedung genset (amblesan). Dua lainnya yang akan terkena dampak juga yaitu gedung pusat (rektorat) dan gedung dan tarbiyah.

Baca juga: PU : terjadi penurunan tanah 5 meter di kompleks IAIN Ambon

Baca juga: Gubernur : butuh Rp15 miliar tangani longsor IAIN Ambon

Baca juga: Badan Geologi belum rekomendasikan kajian longsor di IAIN Ambon

Baca juga: Sudah diprediksi ancaman tanah bergerak kampus IAIN

Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar