Korban tsunami Pandeglang dibangunkan hunian tetap

id huntap,korban tsunami pandeglang,banten

Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Prrovinsi Banten, Pery Hasanudin saat rapat koordinasi pembahasan huntap di Pandeglang. (FOTO ANTARA/HO- Humas Pemkab Pandeglang)

Pandeglang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten segera membangun hunian tetap (huntap) bagi warga yang terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018.

"Pembangunan hunian sementara (huntara) di beberapa kecamatan sudah selesai, selanjutnya kita akan membangun huntap," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Pery Hasanudin usai rapat koordinasi pembahasan huntap di Pandeglang, Rabu.

Menurut dia, ada sembilan titik yang akan dijadikan lokasi pembangunan huntap, di antaranya di Kecamatan Panimbang di tanah Reforma Agraria dan Kecamatan Labuan di Kampung Cebenda Desa Teluk.

Ia juga menjelaskan, pengadaan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan huntap adalah dari pihak Pemprov Banten, dan sejauh ini telah dilakukan peninjauan ke lapangan.

Terkait rumah warga yang rusak ringan dan tidak masuk sebagai penerima huntap, menurut dia, akan difasilitasi oleh Pemprov Banten."Mungkin nanti mereka akan mendapatkan bantuan perbaikan karena rumahnya rusak ringan," katanya.

Agar tidak ada kesalahan, kata dia, akan dilakukan verifikasi data "by name by adress"-nya. "Kita lakukan cek kembali, jangan sampai ada kesalahan data, jadi datanya harus valid," kata Pery Hasanudin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Deni Kurnia mengatakan yang akan menerima huntap sekitar 709 kepala keluarga (KK).

"Luas hnutap 90 meter persegi. Jadi diperkirakan membutuhkan lahan 63,8 hektare untuk huntap, semua pengadaan lahannya oleh pihak Pemerintah Provinsi Banten," ujarnya.

Mengenai pembangunan huntap, menurut dia, akan menunggu dana hibah terlebih dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Masing-masing KK akan mendapatkan dana Rp50 juta, untuk prototype-nya sudah dirancang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR)," demikian Deni Kurnia.

Baca juga: Pemkab Pandeglang serahkan huntara untuk korban tsunami

Baca juga: Hunian tetap korban tsunami Pandeglang rampung Agustus

Baca juga: Huntara warga terdampak tsunami Pandeglang di areal reforma agraria


 

Pewarta : Sambas
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar