Dua guguran lava diluncurkan Gunung Merapi sejauh 500-900 meter

id Merapi,Guguran lava

Aktivitas Gunung Merapi terlihat dari Deles Indah, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/wsj/pri (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali guguran lava ke arah hulu Kali Gendol sejauh 500-900 meter pada Kamis.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan dua guguran lava Merapi itu terpantau melalui CCTV pada periode pengamatan Kamis pukul 12:00-18:00 WIB.

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat 11 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-65 mm selama 16.04-90.34 detik dan dua gempa hybrid dengan amplitudo 2-6 mm dan durasi 8.92-12 detik.

Hasil pengamatan visual asap kawah di gunung itu, angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur, suhu udara 16-22 derajat celsius, kelembaban udara 27-76 persen, dan tekanan udara 629.7-710.7 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

Baca juga: BPBD Jawa Tengah gelar simulasi penanganan dampak erupsi Merapi
Baca juga: BPPTKG: Gunung Merapi luncurkan empat guguran lava pijar pada Sabtu
Baca juga: Benda koleksi Museum Gunung Api Merapi jadi sasaran vandalisme

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar