Cegah karhutla di Musirawas, prajurit TNI membantu di daerah rawan

id karhutla,musi rawas,sumsel,TNI,Kodim 0405/Lahat

Dokumentasi - Tim Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, memadamkan api di lahan gambut yang terbakar, Sabtu (13/7/2019). ANTARA/Dokumen BPBD Sumsel/aa

Palembang (ANTARA) - Prajurit TNI dari Kodim 0405/Lahat diterjunkan membantu mengantisipasi dan mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musirawas dan Musirawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan.

"Anggota Kodim dari Kabupaten Lahat itu diturunkan di daerah rawan kebakaran di Musirawas dan Murawas Utara," kata Komandan Kodim 0406/Musirawas Letkol (Inf) M A'an Setiawan ,yang diwakili Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kapten (Czi) Jati Priyono dalam keterangan di Palembang, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa anggota Kodim Lahat yang diperbantukan itu berjumlah 30 personel dan mereka disebar di daerah rawan kebakaran hutan termasuk lahan.

Sebenarnya jumlah anggota dari jajaran Korem 044/Garuda Dempo yang diturunkan di dua kabupaten itu ada 130 orang karena 100 personel lainnya dari Kodim 0406/Musirawas.

"Ke-130 personel Satgas Kebakaran hutan dan lahan itu ini mereka akan menempati 10 titik rawan kebakaran yang tersebar di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Musirawas dan lima kecamatan di wilayah Kabupaten Musirawas Utara," katanya.

Mereka, katanya, akan bertugas selama tiga bulan ke depan.

Dia mengatakan, penempatan tim satgas di Kabupaten Musi Rawas berada di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Lakitan, Desa Mekarsari Kecamatan Megangsakti, Desa Binjai, Kecamatan Muara Kelingi, Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu dan Desa Tabagindo, Kecamatan Selangit.

Sementara penempatan di Kabupaten Musirawas Utara, berada di Desa Muara Kuis Kecamatan Ulu Rawas, Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung, Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir, Desa Aringin Kecamatan Karangdapo dan Desa Embacang Baru Kecamatan Karang Jaya.

Ia menambahkan, masing-masing tim satgas dibantu satu anggota BPBD dan dua orang dari unsur masyarakat dan pemerintah desa setempat. Jadi totalnya 15 orang untuk setiap desa yang dijaga.

Oleh karena itu, kata Jati Priyono, satgas karhutla tersebut diminta fokus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi, mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar tidak membuka lahan dengan metode membakar lahan.

Sementara itu, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 044/Garuda Dempo, Mayor (Inf) Binsar J Simanjuntak mengatakan, anggota dalam jajaran Korem Garuda Dempo memaksimalkan pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi.

Bahkan, satgas pencegahan itu sebelumnya sudah diresmikan Kepala BNPB Doni Monardo di Palembang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tiga kabupaten ini paling rawan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel

Baca juga: Korem Garuda Dempo maksimalkan pencegahan kebakaran hutan

Baca juga: Gubernur Sumsel: Semua pihak waspada kebakaran hutan

Pewarta : Ujang Idrus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar