Warga Tuva minta pemerintah bangun kembali jembatan pascabanjir

id jembatan, gantung,warga,tuva

Ilustrasi - Pengendara melintas di jalur darurat akibat kondisi jalan yang terputus di hantam air sungai di perbatasan Kecamatan Gumbasa dan Kulawi di Desa Tuva, Minggu. (AntaraFoto/Basri Marzuki)

Sigi (ANTARA) - Sejumlah warga Desa Tuva, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah minta pemerintah membangun kembali jembatan setelah infrastruktur itu sebelumnya hanyut karena diterjang banjir bandang, beberapa waktu lalu.

"Sejak jembatan gantung yang menjadi akses satu-satunya warga yang bermukim di seberang Sungai Tuva hanyut, kami kesulitan mengangkut hasil-hasil produksi pertanian dan perkebunan," kata Dewi, salah seorang warga salah satu dusun di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi di Sigi, Senin.

Masyarakat dusun itu, hingga saat ini kesulitan akses jalan karena jembatan gantung yang membentang di sungai setempat sudah hanyut dibawa banjir bandang.

Warga setempat di seberang sungai tersebut, kini hanya menggunakan jembatan sederhana yang hanya bisa dilewati orang untuk melintas.

Sebelum banjir bandang menghanyutkan jembatan gantung, warga bertahun-tahun mengangkut berbagai hasil  pertanian dan perkebunan dengan menggunakan sepeda motor melewati infrastruktur itu.

Namun, ketika banjir bandang yang juga sempat memutuskan jalur darat Saluki-Tuva, jembatan gantung tersebut hanyut dan sampai sekarang ini belum dibangun kembali oleh pemerintah.

Jembatan itu dianggap sarana vital bagi masyarakat yang bermukim di seberang sungai itu.

Di seberang sungai, ada sekitar 40 keluarga bermukim. Mereka membutuhkan akses jembatan agar tidak lagi mengalami kesulitan memasarkan hasil pertanian dan perkebunan, seperti jagung, ubi-ubian, padi, kopi, cokelat, dan berbagai komoditi hortikultura.

Warga setempat lainnya, Marthen, mengaku sulit memasarkan dengan segera hasil panennya karena jembatan gantung yang menghubungkan dusun mereka dengan Desa Tuva sudah hanyut diterjang banjir bandang, beberapa bulan lalu.

Sejak terjadi banjir hingga saat ini, warga yang bermukim di seberang sungai terpaksa harus memikul sendiri hasil-hasil panen dari kebun sampai Desa Tuva.

Menurut dia, kondisi tersebut memprihatinkan karena sekarang ini, hanya ada satu jembatan sederhana yang dibangun warga dan hanya bisa dilewati orang dengan jalan kaki.

"Dan warga yang lewat di jembatan tersebut harus hati-hati karena bisa terpeleset dan jatuh ke sungai yang airnya cukup deras dan dalam," kata dia.

Oleh karena itu, warga berharap, pemerintah pusat dan daerah segera membangun kembali jembatan permanen di daerah itu.

Baca juga: Banjir bandang kembali terjang Sigi
Baca juga: Sejumlah desa di Kulawi-Sigi siaga banjir bandang

 

Pewarta : Anas Masa
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar