Tampilkan foto mayat Bianca berjam-jam, Instagram dikritik tajam

id instagram,bianca devins,pembunuhan bianca

Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Seorang remaja bernama Bianca Devins dibunuh pada Minggu pagi waktu setempat, lalu foto mayatnya beredar di dunia maya via Instagram.

Polisi menemukan pengguna Instagram, seorang remaja 17 tahun, di dalam mobil di Utica, New York, bersama pria cedera berat yang diidentifikasi sebagai Brandon Andrew Clark (21).

Clark dan Devins, yang punya akun Instagram bernama @escty, bertemu di media sosial itu dua bulan lalu sebelum melakukan kopi darat. Dilansir ABC, mereka bahkan sudah bertemu keluarga masing-masing.

Namun pada Minggu waktu setempat, Clark dikabarkan mengunggah foto tubuh Devins yang tidak bernyawa di akun Instagram dengan tulisan "Maafkan aku Bianca". Dia juga diyakini mengunggah foto pembunuhan itu di platform Discord untuk gim.

Warganet yang melihat unggahan tersebut mulai menghubungi polisi, sebelum Clarke menelepon 911 untuk menyerahkan diri.

Dia didakwa dengan pembunuhan tingkat kedua.

Foto mayat Devins yang penuh darah masih ada di akun Instagram Clarks yang bisa dilihat warganet pada Minggu malam. Unggahan itu hanya dilindungi dengan filter konten sensitif yang mengaburkan foto tapi tetap menyediakan pilihan untuk melihat versi yang jelas.

Instagram baru menghapus akun Clarks pada Senin dan mulai meniadakan foto-foto yang sudah diunggah ulang oleh akun lain, namun respons lambat itu menuai kritik tajam.

Ketika kasus itu merebak dan tagar #ripbianca mulai jadi tren di Twitter, warganet mulai mencari foto itu di dunia maya, meski banyak yang menyerukan untuk tidak melihat atau mengunggah ulang foto tersebut.

Juru bicara Instagram mengatakan mereka turut berduka atas kejadian tragis itu.

"Kami melakukan semaksimal mungkin untuk menghapus konten itu dari platform," kata juru bicara dalam keterangan pers.

Namun ini bukan pertama kalinya platform milik Facebook itu gagal menghapus foto dan video serupa dalam waktu singkat.

Tahun ini, Facebook dikritik karena lambat menghapus tampilan mengerikan dari penembakan di Christchurch.

Baca juga: Instagram luncurkan fitur baru untuk lawan perundungan daring

Baca juga: Instagram kenalkan fitur chat di Stories

 

Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar