Kementerian PUPR pastikan pekerjaan tol BORR sesuai jadwal

id Kementerian PUPR, tol BORR

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan di salah satu tiang penyangga yang ambruk pada proyek pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi III A Simpang Yasmin-Semplak di Jalan Raya KH Sholeh Iskandar, Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/7/2019). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj/aa (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pekerjaan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIIA yang mengalami insiden keruntuhan sistem Shoring dan Formwork Pierhead P109 Rabu (10/7) masih akan selesai sesuai jadwal rampung akhir tahun ini.

"Kasus BORR ini bukan hal besar tapi bukan berarti kita abaikan. Namun dari sisi waktu, kita masih 'on schedule' (sesuai jadwal)," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto di Jakarta, Rabu.

Sugiyartanto menjelaskan masalah yang terjadi dalam insiden BORR adalah belum keringnya cor tiang pancang sehingga membuatnya roboh.

Maka, berdasarkan analisa yang dilakukan bersama Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) yaitu perlunya peningkatan kedisiplinan.

"Intinya itu saja sekaligus mungkin faktor keselamatan dinaikkan," imbuhnya.

Terkait sanksi tegas kepada general manager untuk kontraktor pelaksana dan pimpinan tim untuk Konsultan Manajemen Konstruksi (MK), Sugiyartanto menilai penggantian memang akan perlu dilakukan demi pengawasan yang lebih baik.

"Mungkin perlu pengawas yang lebih mempunyai kapasitas, integritas yang lebih tinggi," katanya.

Terpisah, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR yang juga Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin mengatakan kejadian di Tol BORR disebabkan karena kurangnya kontrol.

"Jadi ada pengawasannya yang harusnya terlewati, itu terlangkahi satu. Jadi mekanisme, prosedur itu sudah terpenuhi semua," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah meminta agar pelaksana setingkat general manajer diganti. Tapi ia memastikan kejadian itu terjadi bukan karena terburu-buru dalam pengerjaannya.

Berdasarkan evaluasi Komite K2, penyebab runtuhnya sistem shoring dan formwork pada Pierhead no 109 tersebut adalah karena lemahnya pengendalian/pengawasan atas desain dan konstruksi struktur shoring dan formwork; defisiensi atas desain dan pemasangan struktur sistem shoring dan formwork yang terdiri dari empat tipe.

Baca juga: Pascainsiden Tol BORR, Kementerian PUPR minta BUJT susun metode kerja
Baca juga: PT MSJ beberkan penyebab tumpahnya coran tiang pancang tol

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar