Berantas peredaran gelap narkoba, BNN apresiasi kinerja Polisi

id BNN,Polri,sabu jaringan malaysia-indonesia,Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional,Polres Metro Jakarta Barat

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Marbun (keempat kiri) bersama anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menghadirkan tersangka beserta barang bukti berupa sabu saat rilis penangkapan jaringan narkotika internasional Malaysia-Indonesia di Polres Jakarta Barat, Selasa (16/7/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Sulistyo Pudjo Hartono memberikan apresiasi kepada Polres Metro Jakarta Barat setelah berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika seberat 30 kg sabu dari jaringan Malaysia - Indonesia.

"Berbagai keberhasilan pengungkapan peredaran gelap narkotika adalah bentuk sinergitas aparat penegak hukum dalam mengatasi permasalahan narkotika di Indonesia," ujar Karo Humas dan Protokol BNN melalui pesan yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Berbagai keberhasilan Polres Metro Jakarta Barat ini, lanjut dia, akan menjadi teladan dan dorongan bagi Satker Polri lainnya dalam meningkatkan kinerja penegakan hukum, khususnya dalam peredaran gelap narkotika yang saat ini sangat mengkhawatirkan.

Sebelumnya Selasa (16/7) lalu, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika 30 kg sabu dengan mengamankan 4 (empat) orang tersangka berinisial HA, AR, PA, dan SB.

Keempatnya mengaku bukan kali pertama melakukan penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur pantai timur Provinsi Riau.

Menurut Kapala Unit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Arif Purnama Oktara, ia dan timnya memburu komplotan tersangka tersebut sampai ke Siak, Kepulauan Riau.

Penangkapan para tersangka dan barang bukti sempat diwarnai dengan proses kejar-kejaran dan petugas sempat melepaskan tembakan peringatan.

Melalui penangkapan tersebut, pelaku dan sejumlah barang bukti berupa yang dibungkus menggunakan 30 bungkus kemudian disimpan di dalam dasbor mobil berhasil diamankan.

Selain itu, Kasubbag Humas Polres Jakarta Barat, M. Marbun mengatakan bahwa para tersangka menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda maksimal 10 miliar rupiah

Selain memberikan apresiasi karena berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika, Karo Humas dan Protoko BNN sebelumnya telah memberikan apresiasi serupa atas kinerja Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap peredaran 130 kg sabu serta penggrebekan pabrik sabu di daerah Kalideres pada Juni lalu.


Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar