BBM satu harga hadir untuk nelayan di Lombok Tengah

id Teluk Awang,BBM

Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Saleh Abdurrahman (tengah), meresmikan SPBUN Teluk Awang, sebagai penyalur BBM Satu Harga, di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis. (18/7). (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Program bahan bakar minyak satu harga hadir untuk nelayan di Teluk Awang, Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah yang merupakan salah satu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pemberlakuan BBM satu harga ke-137 se-Indonesia atau SPBUN 58.835.13 tersebut bersamaan dengan diresmikannya SPBUN Teluk Awang, oleh Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Saleh Abdurrahman di Teluk Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis.

Ikut meresmikan program BBM satu harga tersebut Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, H Lalu Hamdi, Kasubdit Pelabuhan Perikanan Pantai, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ady Chandra, dan perwakilan PT Pertamina NTB Sigit Wicaksono.

"Program BBM Satu Harga tersebut sebagai langkah kerja nyata dalam melaksanakan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang percepatan pemberlakuan satu harga untuk Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan secara nasional sesuai amanah," kata Saleh Abdurrahman.

Pemerintah menyediakan BBM satu harga untuk nelayan melalui SPBUN 58.835.13 karena lokasi Teluk Awang berjarak 16 kilometer (km) dari penyalur terdekat dan 60 km dari sumber pasokan, yaitu Terminal BBM Ampenan.
Baca juga: Program BBM Satu Harga tak bebani Pertamina
Menurut Saleh, dengan hadirnya program BBM Satu Harga di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat khususnya nelayan akan lebih terlayani serta memacu pertumbuhan ekonomi sekitar.

"Sebelumnya masyarakat Kecamatan Pujut harus membeli BBM jenis solar dengan harga Rp7.000 per liter, namun dengan hadirnya program BBM Satu Harga nelayan bisa membeli hanya dengan Rp5.150/liter," ujarnya.

Saleh mengatakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) akan terus mengawal pelaksanaan program BBM Satu Harga sesuai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu 170 penyalur BBM satu harga sampai tahun 2019.

Sementara itu, Perwakilan PT Pertamina NTB Sigit Wicaksono, menyebutkan Pertamina sudah menyelesaikan tujuh lembaga penyalur BBM satu harga yang tersebar di Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa, pada 2018.

Pihaknya sudah menyelesaikan di Teluk Awang pada 2019, dan akan dilanjutkan di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Labangka di Kabupaten Sumbawa, dan Langgudu di Kabupaten Bima.

Bupati Lombok Tengah, H Suhaili FT, sangat bersyukur atas atas perhatian pemerintah pusat yang menyediakan sarana penunjang ikhtiar nelayan mencari ikan di laut dengan menyediakan BBM satu harga.

"Saya ingin agar warga Teluk Awang khususnya bisa mengimplementasikan rasa syukur dengan cara memanfaatkan dan memelihara sebaik-baiknya SPBUN Teluk Awang untuk kemaslahatan dunia akhirat," katanya.
Baca juga: BBM Satu Harga capai 127 titik
Baca juga: Pemerintah komitmen tuntaskan target 170 BBM Satu Harga di 2019

 

Pewarta : Awaludin
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar