Warga Garut mulai kesulitan air bersih

id Kemarau, bpbd, kesulitan air,garut

Ilustrasi - Warga antre air di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada musim kemarau tahun 2018. (Dokumen Feri Purnama)

Garut (ANTARA) - Sejumlah warga di dua kecamatan yakni Caringin dan Leles di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai melaporkan sulitnya mendapatkan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut dan berharap segera mendistribusikan air untuk kebutuhan rumah tangga warga.

"Ada dua kecamatan di Caringin dan Leles. Untuk Leles sudah ada dikirim air dari Dinsos," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Dadi Djakaria kepada wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan musim kemarau yang sudah berlangsung hampir dua bulan menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Garut, termasuk saat ini warga sudah meminta bantuan untuk didistribusikan air bersih.

BPBD Garut, kata dia, langsung melakukan tindakan cepat koordinasi dengan Dinas Sosial dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Garut untuk mengirimkan air bersih menggunakan tangki air. "Penyalurannya dilakukan oleh PDAM dan Dinas Sosial," katanya.

Ia menyampaikan penduduk di beberapa daerah di Garut seringkali kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur yang selama ini sebagai sumber air sudah mengering akibat kemarau.

BPBD Garut saat ini memantau daerah yang menjadi lokasi rawan kekeringan atau kesulitan air bersih untuk kebutuhan warganya. "Kita masih melakukan pendataan, biasanya daerah yang mulai kekeringan di Cibatu," katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut telah membentuk tim reaksi cepat penanggulangan kemarau yang siap memberikan bantuan kepada masyarakat salah satunya mendistribusikan air untuk masyarakat.*

Baca juga: Bupati Garut tetapkan siaga kekeringan sampai musim penghujan

Baca juga: Garut bentuk Tim Reaksi Cepat tangani dampak kemarau

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar