Dewa 19 hibur "adik-adik" milenial di We The Fest 2019

id Dewa 19,Ari lasso,Dul jaelani

Dewa 19 feat Ari Lasso dan Dul Jaelani saat tampil di We The Fest 2019, JIExpo Kemayoran, Jumat (19/7/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Dewa 19 membuka pertunjukan We The Fest 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, hari pertama dengan lagu "Restu Bumi" yang disaksikan kalangan milenial.

"Selamat sore adik-adik semua," sapa Ari Lasso.

Dewa 19 feat Ari Lasso dan Dul Jaelani kemudian mengenalkan lagu-lagu yang diambil dari album "Terbaik-Terbaik" seperti "Siti Nurbaya" dan "Satu Hati".

"Habis ini kita bawain lagu yang agak sedikit milenials deh yang diambil dari album tahun 2001," kata mantan vokalis Dewa 19 itu, lalu menyanyikan lagu "Arjuna".

Meski berasal dari band era 1990-an, nyatanya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Ari Lasso cs banyak yang tahu, padahal penontonnya rata-rata kalangan milenial ke bawah.

Misalnya saja saat "Cinta Kan Membawamu", tanpa diminta oleh Ari, mereka langsung ikut bernyanyi bersamanya.

Sebagian besar lagu-lagu Dewa 19 adalah ciptaan Ahmad Dhani. Karena pentolan grup band asal Surabaya itu masih menjalani masa hukuman, kehadirannya diwakili oleh sang anak.

Ari sebagai sahabat pun tidak lupa mendoakan Dhani agar segera terbebas dari masalahnya.

"Mudah-mudahan ayahnya (Dul) bisa cepat kembali bersama kita di sini," kata Ari.

Tak lama kemudian, "Pupus" dan "Roman Picisan" dibawakan, sama seperti sebelumnya kedua lagu ini juga mendapat sambutan yang luar biasa.

Begitu juga saat "Kangen" dimainkan, semua berteriak. Bisa dibilang saat bagian Ari bernyanyi, malah diambil alih oleh penonton.

Sebagai pamungkas Dewa 19 feat Ari Lasso dan Dul Jaelani menutupnya "Separuh Napas". Selama kurang lebih satu jam, mereka membawakan sembilan lagu.

Baca juga: Dewa 19 hingga P-Project akan manggung di Festival Mesin Waktu 2019

Baca juga: Ari Lasso beri Khofifah hadiah "rahasia perempuan"

Baca juga: Dewa 19 lantunkan 12 lagu dalam konser di Malaysia

 

Pewarta : Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar