BPBD jalankan program sekolah siaga bencana di Limboto Gorontalo

id BPBD jalankan program Sekolah Siaga Bencana di Limboto BPBD,sumanti maku,sekolah,siaga bencana,smp 1 ,gorontalo

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Farid Taha (kanan) memberikan sosialisasi penggunaan alat pemadam api ringan kepada siswa dalam program Sekolah Siaga Bencana di SMP Negeri1 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (20/7/2019). Program yang dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo tersebut bertujuan agar para siswa dapat mengetahui antisipasi serta penanganan saat terjadi bencana gempa bumi maupun kebakaran. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Gorontalo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjalankan program Sekolah Siaga Bencana di SMP Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu.

Kepala Pelaksana BPBD setempat, Sumanti Maku mengatakan Sekolah Siaga Bencana adalah program berbasis sekolah dalam rangka membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Indonesia.

"Sekolah Siaga Bencana ini bertujuan untuk menggugah kesadaran seluruh unsur yang ada, baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungannya agar memahami dan siap menghadapi bencana yang mungkin saja terjadi," ujarnya.
Baca juga: BPBD Yogyakarta tingkatkan jumlah sekolah siaga bencana
Ia menjelaskan, jika program tersebut dicanangkan secara nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait tingginya frekuensi bencana dan banyaknya potensi bencana di Indonesia.

"Oleh karena itu program ini langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Gorontalo dengan 'Pilot Project' adalah SMP 1 Limboto," ungkap dia.

Materi yg disampaikan adalah Penanganan Bencana, Mitigasi Bencana, Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran serta simulasi bencana (gempa bumi).

"Hal ini juga sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menyiapkan seluruh elemen untuk selalu siap menghadapi bencana dan siap untuk selamat," katanya.
Baca juga: Sleman kukuhkan 30 satuan pendidikan aman bencanaBaca juga: Sleman kukuhkan 30 satuan pendidikan aman bencana

Pewarta : Adiwinata Solihin
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar