PKL liar sampai calo ikut ramaikan final Piala Indonesia di GBK

id persija vs psm

Pedagang menurunkan botol minum untuk dijual ke suporter yang mendatangi Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk menonton final Piala Indonesia Persija versus PSM Makassar, Minggu (21/7/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Pedagang kaki lima tak terdaftar alias liar dan beberapa calo tiket ikut membaur bersama suporter meramaikan laga final Piala Indonesia di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, (GBK) Jakarta, Minggu.

Beberapa pedagang liar itu dapat ditemukan duduk dekat jejeran pohon-pohon dan di belakang kursi trotoar, juga di sisi jalan menuju stadion utama GBK.

Umumnya, para pedagang tersebut menjual air minum dalam kemasan serta atribut klub bola Persija seperti penutup leher berukuran kecil dan medium.

Sementara itu, beberapa calo juga terlihat membaur bersama kerumunan suporter yang memadati Plaza Utara dekat Pintu 10, Kompleks Olahraga GBK.

Baca juga: Suporter laga final Piala Indonesia kotori GBK

Dari pantauan di lokasi, penjualan tiket tak dilakukan secara terbuka. Calo mendatangi langsung pembeli dan mengeluarkan tiket laga final.

"Di atas Rp80.000," ujar calo ke beberapa suporter yang tak punya tiket dan memilih menonton laga final secara langsung melalui internet (streaming).
Calo (kanan) menawarkan tiket ke suporter yang mendatangi Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta, untuk menonton final Piala Indonesia Persija versus PSM Makassar, Minggu (21/7/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Menurut Agung Widhi, petugas pengamanan dalam di Kompleks Olahraga GBK, hanya pedagang resmi dengan gerobak yang diizinkan berjualan di areal dalam.

"Kalau tak bergerobak itu liar dan pasti akan kami amankan," ujarnya.

Baca juga: Ribuan personel gabungan disiagakan kawal Persija vs PSM di GBK

Puluhan ribu suporter mendatangi stadion utama GBK, Jakarta, Minggu demi menonton laga final Piala Indonesia Persija versus PSM Makassar.

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar