Warga Flores Timur diimbau jangan bakar lahan selama musim kering

id BPBD Flores Timur,bencana kekeringan di Flores Timur,Kabupaten Flores Timur,kekeringan,musim kemarau,air bersih,dampak kekeringan

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda. (Foto istimewa)

Kupang (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda, mengimbau warga masyarakat di daerah itu agar tidak membakar lahan selama musim kering yang mulai melanda daerah setempat.

"Warga sudah kami imbau terutama agar jangan membakar lahan atau hutan karena Flores Timur saat ini sedang dilanda massa kekeringan ekstrem," katanya kepada Antara ketika dihubungi dari Kupang, Rabu.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan upaya pemerintah daerah mengantisipasi dampak kekeringan ekstrim yang melanda wilayah Kabupaten Flores Timur di bagian timur Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Paulus mengatakan, meskipun imbauan sudah disampaikan, namun beberapa waktu lalu masih muncul sejumlah titik api di sekitar Gunung Ile Boleng.

"Akhirnya petugas kami langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman satu per satu titik api tersebut. Sumber api ini kemungkinan besar akibat pembakaran lahan," katanya.

Untuk itu, Paulus meminta warga setempat agar melakukan aktivitas membakar lahan di saat musim kemarau panjang yang sedang berlangsung karena dapat berakibat terjadinya kebakaran yang meluas.

"Kita minta ketika warga hendak selesai bertani atau berkebun agar tidak meninggalkan sumber api yang masih menyala," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bencana kekeringan bukan lagi hal baru bagi masyarakat di daerah setempat karena selalu terjadi setiap tahun.

Untuk dampak kekeringan yang sedang terjadi, menurutnya tidak terlalu berpengaruh terhadap sektor pertanian karena aktivitas bercocok tanam umumnya dilakukan warga saat musim hujan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berfokus pada pendistribusian air bersih menggunakan mobil-mobil tangki untuk masyarakat di berbagai wilayah yang tidak memiliki sumber air tanah.

"Untuk penanganan jangka pendek lebih fokus penyaluran air bersih untuk masyarakat, di sisi lain mengedukasi warga untuk sama-sama menjaga agar bencana kekeringan ini tidak berdampak ke hal lain seperti kebakaran hutan atau lahan," katanya.

Baca juga: BPBD Flores Timur bangun 10 sumur bor atasi kekeringan
Baca juga: Petani Flores Timur terancam gagal panen

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar