WNA asal Jordania ditemukan meninggal di Bali

id WNA asal Jordania, tenggelam berenang, di pantai double six

Ilustrasi - SAR melakukan pencarian terhadap warga yang tenggelam di laut. (ANTARA FOTO)

Badung (ANTARA) - WNA asal Jordania berinisial MMM (28) yang sebelumnya sempat hilang saat berenang di Pantai Double Six, Seminyak, Kuta, Bali, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Sebelum penemuan kebetulan tim kami baru saja berkoordinasi dengan Balawista di Pantai Kudeta, ia meminta izin untuk mengajar surfing dan secara kebetulan melihat jenazah terapung, posisinya sekitar 50 meter dari bibir pantai," kata Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Made Junetra, Jumat (26/7).

Jenazah MMM yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan berjarak kurang lebih satu kilometer arah utara dari perairan Pantai Double Six.

WNA Jordania tersebut ditemukan oleh salah satu personel Balawista ketika sedang mengajar surfing. Beberapa menit saat mengajar surfing, personel Balawista tersebut menemukan jenazah mengapung di sekitar perairan pantai.

Penelusuran juga dilakukan oleh Tim Polisi Air Kuta yang dipimpin Kasat Pol Air Kuta, I Wayan Kesuma Jaya. Dia menuturkan bahwa MMM berada jauh dari pantauan Balawista.

"Menurut keterangan dari Balawista, pada saat di tempat kejadian (Pantai Double Six), MMM berada jauh dari pantauan," kata I Wayan Kesuma Jaya.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran melalui bagian darat. Lalu dilanjutkan dengan pencarian di sepanjang bibir pantai, penyisiran di perairan dan juga lewat udara.

Tepatnya pada Kamis (25/7) lalu, MMM diketahui sedang berenang di Pantai Double Six tersebut. Pukul 17.00 Wita, Tim SAR menerima informasi bahwa MMM belum kembali.

Pencarian oleh Tim SAR Gabungan pun dilakukan hingga menemukan jenazah MMM, tepatnya pada Jumat, pukul 15.20 Wita. Tim SAR kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah MMM yang ditemukan mengapung.

Setelah dilakukan evakuasi, jenazah MMM  dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar