Cek kesehatan, hewan kurban di Tangerang Selatan disidak DKP3

id Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan,periksa,hewan kurban

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangerang Selatan, Banten, melakukan pemeriksaan sapi kurban, Senin (29/7/2019). (FOTO ANTARA/ Banten/Deden M Rojani)

Tangerang Selatan (ANTARA) - Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak peternakan sapi kurban di Jalan Ciater Raya, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong,  guna memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan.

Pada sidak tersebut dilakukan pemeriksaan terhadap sapi guna memastikan kelayakan hewan itu untuk dikurbankan, di mana target pemeriksaan di antaranya usia sapi, kesehatan fisik dan kondisi lapak ternak.

Kepala Seksi Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan Sandra Larasati mengatakan ada beberapa indikator yang bisa diketahui dari kematangan usia sapi yang layak untuk hewan kurban.

Ia menjelaskan indikator pertama, usia sapi minimal dua tahun dengan ciri-ciri gigi sapi terdapat gerusan atau ompong.

"Yang kedua kondisi kesehatan sapi, apabila sapi sudah berusia cukup, tapi fisiknya kecil, ini harus diperiksa kesehatannya," katanya.

Yang ketiga, jata dia, yang diperiksa oleh petugas adalah kondisi kandang sapi karena ternak sapi pasti menimbulkan limbah berupa kotoran sapi, sehingga pengelolaan limbah tersebut juga menjadi objek pemeriksaan.

"Kandangnya juga kami periksa, apakah mengganggu terhadap lingkungan sekitar atau tidak," tambahnya.

Dari dua lapak peternakan, ada sebanyak 168 sapi yang sudah diperiksa petugas, dan semuanya sudah layak beroperasi dan sapi sudah memenuhi syarat hewan kurban.

"Sapi sudah kami tandai dengan cap, dan lapak sudah kami tempelkan stiker, usia sapi di lapak yang kami sidak rata-rata dua tahun dengan berat per ekor sapi antara 300-450 kg, jadi sudah layak dikurbankan," kata Sandra Larasati.

Sementara itu, Anjas, salah satu peternak mengatakan sapi miliknya yang diperiksa petugas berjumlah 18 ekor.

Ia menjual dengan sistem kiloan, di mana harga per kilogram sapi dijual Rp62 ribu.

"Rata sapi yang kami miliki 350-400 kg per ekor, jadi kalau total berat semua sapi kira-kira 6 ton," kata Anjas.

Baca juga: Tangerang fokus periksa hewan kurban dari daerah

Baca juga: Ketersediaan hewan kurban sapi di Banten alami kekurangan


Baca juga: Harga kerbau kurban di Lebak tembus Rp25 juta

Pewarta : Sambas
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar